Awalnya Dilaporkan Orang Terlantar, Dinsos NTB Ungkap Kronologi Kasus HIV Warga NTT

Pojok NTB — Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Mashuri, membeberkan kronologi penemuan seorang warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menderita HIV/AIDS dan ditemukan dalam kondisi terlantar di Lombok.

Mashuri menjelaskan, awalnya pihaknya hanya menerima laporan dari masyarakat dan lembaga terkait mengenai adanya orang terlantar. Dalam laporan tersebut, tidak disebutkan bahwa yang bersangkutan mengidap penyakit tertentu.

“Semua laporan yang masuk ke Dinas Sosial hanya menyebut orang terlantar, tidak disebutkan sakitnya. Karena kewenangan kami memang menangani orang terlantar, bukan kasus HIV secara langsung,” ujar Mashuri.

Setelah dilakukan penjangkauan, kondisi orang tersebut diketahui dalam keadaan kurang sehat. Tim kemudian segera merujuk yang bersangkutan ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) untuk mendapatkan pemeriksaan intensif.

“Ketika menunjukkan tanda-tanda sakit, langsung kami bawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan itulah baru diketahui bahwa yang bersangkutan menderita HIV/B20,” jelasnya.

Atas dasar pertimbangan kemanusiaan, Dinas Sosial NTB tetap memberikan pendampingan penuh dengan memastikan korban memperoleh perawatan medis yang layak.

“Kami tidak memiliki sumber daya khusus untuk menangani pasien HIV. Karena itu, demi kemanusiaan, kami membawa yang bersangkutan ke rumah sakit agar mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan secara tuntas,” katanya.

Mashuri juga menyampaikan, proses pemakaman almarhum berjalan dengan baik berkat koordinasi intensif antara RSUP dan Tim Pemakaman PPSLU Dinas Sosial P3A NTB.

“Alhamdulillah, pemakaman berjalan lancar dan tertib berkat kerja sama semua pihak,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Dinas Sosial NTB akan terus berkomitmen menangani setiap laporan orang terlantar dengan pendekatan kemanusiaan, cepat, dan profesional, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun daerah asal.

“Kami akan tetap hadir untuk siapa pun yang membutuhkan bantuan sosial,” pungkas Mashuri.