Pojok NTB — Sebanyak 29 siswa di Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara (KLU) dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (11/2/2026). Atas kejadian tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah NTB menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus permohonan maaf kepada para korban dan keluarga.
Ketua SPPG Wilayah NTB, Eko Prasetyo, mengatakan pihaknya sangat menyesalkan insiden tersebut dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi serius dalam pelaksanaan program MBG.
“Kami sangat prihatin, turut simpati, dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Baik secara pribadi maupun lembaga, kami mohon maaf kepada seluruh pihak,” ujar Eko saat dihubungi melalui telepon di Mataram.
Ia membenarkan bahwa peristiwa keracunan terjadi di Desa Malaka, Lombok Utara, dengan total korban mencapai 29 siswa.
“Kejadiannya tadi pagi di Malaka, KLU. Total ada 29 siswa yang terdampak,” katanya.
Eko memastikan, seluruh siswa yang sempat mengalami keluhan kini sudah dalam kondisi aman dan kembali ke rumah masing-masing.
“Alhamdulillah, sekarang semuanya sudah membaik, tidak ada yang dirawat, dan sudah pulang ke rumah,” jelasnya.
Ia menegaskan, SPPG NTB berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan berkelanjutan agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama dalam aspek keamanan pangan dan proses pengolahan makanan.
“Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami. Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman dan layak,” tegasnya.
Eko juga mengajak seluruh pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan dan kepedulian demi menjamin program MBG berjalan sesuai standar kesehatan dan keselamatan pangan.













