Heboh Keracunan MBG, Wabup Loteng Buka Suara soal Sikap Bupati Pathul Seolah Menyepelekan

Pojok NTB— Wakil Bupati Lombok Tengah, H. M. Nursiah, menegaskan bahwa Bupati Lombok Tengah Pathul Bahri tidak pernah menyepelekan kasus keracunan siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai penanganan insiden tersebut justru menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan langsung ditindaklanjuti secara lintas sektor.

“Kami sebagai pemerintah daerah punya satuan tugas (satgas). Setiap kejadian yang berkaitan dengan MBG menjadi tanggung jawab kami untuk ditangani, dikomunikasikan, dan dikoordinasikan dengan OPD terkait, khususnya bidang kesehatan, sanitasi, dan dinas perkim,” kata Nursiah saat ditemui di Pendopo Gubernur NTB, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, insiden keracunan tersebut menjadi catatan penting untuk dievaluasi secara menyeluruh, baik di tingkat daerah maupun provinsi. Evaluasi dilakukan melalui rapat-rapat satgas untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Artinya, setiap kejadian menjadi PR besar bagi kami. Ini kami evaluasi secara berjenjang karena kewenangannya juga melibatkan provinsi. Semua menjadi bahan perbaikan ke depan,” tegasnya.

Menanggapi anggapan bahwa Bupati Lombok Tengah Pathul Bahri menyepelekan kasus tersebut, Nursiah membantah keras. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak sesuai dengan sikap dan kebijakan pemerintah daerah.

“Tidak benar kalau Pak Bupati menyepelekan. Justru apapun bentuk kejadiannya, itu menjadi tugas kami untuk menangani dan menyelesaikannya sebaik mungkin,” ujarnya.

Nursiah menambahkan, Pemkab Lombok Tengah berkomitmen memperketat pengawasan program MBG, mulai dari proses pengolahan makanan, distribusi, hingga aspek kebersihan dan sanitasi, demi menjamin keamanan dan kesehatan para siswa.

“Kejadian ini menjadi momentum evaluasi agar program MBG benar-benar memberi manfaat tanpa menimbulkan risiko,” pungkasnya.