Pojok NTB — Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, menyoroti sejumlah fenomena yang ia nilai menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap isu LGBT di Nusa Tenggara Barat. Hal tersebut disampaikannya berdasarkan informasi dan temuan awal yang masih akan ditindaklanjuti melalui proses investigasi.
“Saya harus investigasi dulu isinya. Namun, menurut saya, ini menunjukkan kekhawatiran saya bahwa perkembangan LGBT semakin mengkhawatirkan,” ujar Joko Jumadi saat diwawancarai.
Ia menyebutkan bahwa selain kasus yang saat ini mencuat, sebelumnya juga terdapat sejumlah peristiwa lain yang menjadi perhatian publik, termasuk fenomena yang terjadi di lingkungan kampus dan sekolah. Menurutnya, hal ini perlu menjadi kewaspadaan bersama karena dinilai mulai membentuk tren gaya hidup tertentu di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Joko juga mengungkapkan adanya informasi terkait keberadaan forum diskusi di media sosial yang diduga beranggotakan ribuan orang dari berbagai daerah di Lombok. Meski demikian, ia menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat informasi awal dan perlu diverifikasi lebih lanjut.
“Informasi yang saya terima, ada sekitar 1.800 anggota di Lombok Tengah dan sekitar 1.900 di Lombok Timur. Ini masih sebatas informasi yang saya dapatkan,” jelasnya.
Untuk merespons fenomena tersebut, Joko menekankan pentingnya pendekatan edukatif, terutama melalui pendidikan reproduksi yang lebih masif dan terstruktur di lingkungan sekolah. Ia menilai edukasi menjadi langkah strategis untuk membangun pemahaman yang benar bagi anak dan remaja.
“Menurut saya, upaya pencegahan harus dilakukan melalui edukasi, terutama edukasi reproduksi, dan itu perlu dilakukan secara lebih intensif di sekolah-sekolah. Bahkan perlu ada program khusus yang membahas hal ini,” pungkasnya.













