Gaji Ribuan PNS Dikpora NTB Telat Cair, Pemprov Minta Maaf

Pojok NTB — Ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga pertengahan Januari 2026 belum menerima gaji bulanan. Keterlambatan ini membuat banyak guru dan pegawai kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Sejumlah guru mengaku gaji tersebut sangat dibutuhkan untuk membayar cicilan, biaya pendidikan anak, hingga kebutuhan pokok sehari-hari. Kondisi ini menambah beban, terlebih mereka tetap menjalankan tugas pendidikan dengan penuh tanggung jawab.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi NTB melalui Juru Bicara Gubernur NTB sekaligus Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh PNS dan guru yang terdampak.

“Keterlambatan ini bukan disengaja. Terjadi karena kesalahan administrasi, khususnya pada penamaan dinas dalam pengajuan pembayaran yang masih menggunakan nama Dinas Pendidikan lama, padahal seharusnya sudah menggunakan nama OPD baru, yakni Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga,” jelasnya, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, kendala tersebut berkaitan dengan penyesuaian Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru diberlakukan di lingkungan Pemprov NTB.

Terkait perkembangan pencairan gaji, Ahsanul Khalik memastikan prosesnya sudah berjalan. “Informasi dari Kepala BPKAD, SP2D gaji Dikpora saat ini sedang diantar ke bank. Hari ini gaji induk sudah diproses, sementara gaji susulan masih menunggu pengajuan SPM dari OPD,” terangnya.

Ia menambahkan, apabila SP2D telah diterima pihak bank, maka gaji PNS Dikpora diharapkan dapat langsung masuk ke rekening penerima pada hari yang sama.

“Kalau SP2D sudah sampai di bank, insyaallah sore ini gaji sudah bisa cair,” ujarnya.

Dengan rampungnya perbaikan administrasi tersebut, Pemprov NTB berharap seluruh hak PNS, khususnya para guru, dapat segera diterima tanpa kendala lanjutan.

“Mudah-mudahan hari ini semua proses administrasi selesai, sehingga para guru bisa segera menerima hak mereka,” tegasnya.

Menariknya, Ahsanul Khalik juga mengungkapkan bahwa dirinya hingga kini belum menerima gaji. Meski demikian, ia mengajak para guru untuk tetap menjaga semangat pengabdian.

“Saya sendiri juga belum menerima gaji. Namun mari kita tetap semangat dan terus memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak NTB,” pungkasnya.