Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan komitmen penguatan desa melalui program Desa Berdaya Tematik dengan alokasi anggaran sebesar Rp300 juta hingga Rp500 juta per desa. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan dan pemberdayaan desa secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi NTB, Lalu Hamdi, mengatakan bahwa kepala desa telah menyampaikan berbagai aspirasi, termasuk terkait keberlanjutan program dan kesejahteraan perangkat desa.
“Komitmen itu tetap kita laksanakan melalui program Desa Berdaya Tematik. Besaran anggaran per desa berada di kisaran Rp300 juta sampai Rp500 juta,” ujar Lalu Hamdi.
Ia menjelaskan, Desa Berdaya Tematik akan berbasis pada program-program unggulan dengan 20 tema pengembangan desa, disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah. Selain itu, terdapat pula skema Desa Berdaya Transformatif yang menyasar 106 desa, dengan tahap awal intervensi difokuskan pada 40 desa.
“Program Desa Berdaya ini masih memiliki waktu implementasi yang panjang, yakni hingga tahun 2029. Jadi masih ada empat tahun ke depan untuk pelaksanaan dan penguatan program,” jelasnya.
Dari total 336 desa di NTB, desa-desa tematik akan menerima dukungan anggaran sesuai kebijakan yang telah disampaikan Gubernur NTB. Sementara itu, desa dengan kategori miskin dan miskin ekstrem akan mendapat intervensi tambahan melalui program lintas perangkat daerah.
Saat ini, DPMD NTB masih memfokuskan pendampingan pada 40 desa transformatif. Data kemiskinan ekstrem sebanyak 7.250 kepala keluarga tengah diverifikasi dan dipadukan dengan data DKSEN dan BPS, sebelum dilakukan intervensi langsung di lapangan.
“Data tersebut masih kita verifikasi by name by address untuk memastikan validitasnya. Setelah itu baru kita lakukan intervensi agar masyarakat bisa keluar dari kemiskinan ekstrem,” kata Lalu Hamdi.
Intervensi yang dilakukan mencakup pemenuhan layanan dasar, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta pendampingan selama dua tahun. Desa sasaran pun beragam, mulai dari desa pesisir, pedesaan, lingkar hutan, pertanian hingga pariwisata.
“Semua karakter desa di NTB sudah terakomodir dalam 40 desa sasaran ini,” pungkasnya.
Ia menambahkan, penyelesaian regulasi dan perencanaan program ditargetkan rampung pada Januari, agar pelaksanaan program dapat segera dieksekusi.













