RS Mata NTB Targetkan Pendapatan Rp28 Miliar pada 2026

Pojok NTB – Rumah Sakit (RS) Mata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan pendapatan sebesar Rp28 miliar pada tahun 2026. Target tersebut seiring dengan peningkatan layanan dan penambahan tenaga dokter spesialis mata.

Direktur RS Mata Provinsi NTB, dr. Cahya Dessy Rahmawati, mengatakan target pendapatan tersebut masuk dalam rencana pengembangan layanan periode 2026–2028. Sebelumnya, capaian pendapatan rumah sakit terus mengalami peningkatan.

“Target kita di 2026 sebesar Rp28 miliar. Di tahun-tahun sebelumnya juga terus naik,” ujar dr. Cahya.

Untuk layanan, RS Mata NTB saat ini masih menjalankan layanan yang telah ada, dengan penambahan dokter fellowship subspesialis glaukoma dan retina. Ke depan, RS Mata NTB juga akan menambah dokter spesialis mata baru lulusan Universitas Udayana.

“Nanti akan ada penambahan dokter spesialis mata lagi,” jelasnya.

Dari sisi pelayanan pasien, RS Mata NTB mencatat jumlah pasien rawat inap berkisar antara 150 hingga 180 orang. Namun, mayoritas pelayanan rumah sakit masih didominasi oleh pasien rawat jalan.

“Karena kita lebih banyak layanan berbasis LBC, jadi pasien rawat jalan memang lebih dominan,” kata dr. Cahya.

Saat ini, RS Mata NTB memiliki enam dokter spesialis mata. Selain itu, rumah sakit juga didukung oleh dokter penunjang non-mata, seperti dokter penyakit dalam, radiologi, anestesi, dan patologi klinik.

Dengan bertambahnya tenaga medis dan penguatan layanan subspesialis, RS Mata NTB optimistis target pendapatan tahun 2026 dapat tercapai sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat NTB.