Gedung PLUT NTB Resmi Difungsikan, Jadi Pusat Transformasi UMKM

Pojok NTB – Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya resmi difungsikan setelah melalui proses panjang sejak pertama kali dibangun pada 2012. Gedung yang diharapkan menjadi pusat pengembangan dan transformasi pelaku UMKM ini sempat mengalami berbagai kendala, mulai dari keterbatasan fungsi hingga terdampak gempa bumi 2018.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Ahmad Mashuri, mengungkapkan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan gedung PLUT yang kini dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Gedung ini dibangun sejak 2012, namun belum bisa berfungsi maksimal. Setelah terdampak gempa 2018, kondisinya semakin tidak optimal. Alhamdulillah, hari ini PLUT akhirnya bisa difungsikan dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada 2023 Pemprov NTB memperoleh dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan total anggaran lebih dari Rp9 miliar, termasuk sekitar Rp5 miliar untuk pembangunan fisik gedung. Meski sempat belum rampung, dukungan lanjutan dari Gubernur NTB membuat pembangunan PLUT dapat diselesaikan hingga hampir 100 persen.

“Kalau dihitung dari awal sampai akhir, total anggaran pembangunan gedung ini tidak sampai Rp20 miliar. Tapi manfaatnya kami rasakan seperti memiliki aset senilai Rp100 miliar,” kata Mashuri.

Gedung PLUT dibangun sebagai pusat layanan dan pendampingan UMKM. Di tempat ini, pelaku usaha tidak hanya mendapatkan pembinaan teori, tetapi juga praktik langsung, mulai dari pendampingan usaha, bantuan perizinan, akses permodalan, hingga pemasaran.

“Kami ingin UMKM belajar langsung melalui praktik. Semua fasilitas pendukung hampir tersedia di sini. PLUT menjadi sentra pembelajaran dan kerja sama bagi pelaku UMKM,” jelasnya.

Keberadaan PLUT juga terintegrasi dengan Balai Diklat Koperasi (Baladkop) yang berada di kawasan yang sama. Integrasi ini memungkinkan pola pembinaan yang lebih komprehensif, baik melalui bimbingan teknis singkat maupun pelatihan jangka panjang yang dilengkapi asrama dan ruang belajar.

Mashuri menambahkan, secara kelembagaan PLUT dan Baladkop akan dikelola dalam satu struktur agar lebih efektif dan terawat. Satu bidang akan fokus pada pengembangan sumber daya manusia, sementara bidang lainnya menangani layanan PLUT.

Dengan diresmikannya gedung PLUT Provinsi NTB, diharapkan fasilitas ini dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas dan daya saing UMKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.