Pojok NTB – Lesunya pariwisata di Bali belakangan ini turut menjadi perhatian daerah-daerah penyangga, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun demikian, Pemerintah Provinsi NTB memastikan kondisi pariwisata Lombok masih terjaga dan relatif aman.
Sekretaris Dinas Pariwisata NTB, Mulki, mengatakan meskipun Bali terlihat lebih sepi dibanding periode sebelumnya, dampaknya tidak signifikan terhadap kunjungan wisata ke Lombok. Bahkan, tingkat hunian hotel menjelang dan saat perayaan tahun baru masih berada pada angka yang cukup baik.
“Faktanya, ketika Bali memang kelihatan sepi, kita di NTB aman-aman saja. Tetap ramai,” ujar Mulki saat diwawancarai di Mataram, Selasa.
Ia mengungkapkan, tingkat okupansi hotel di NTB pada periode akhir tahun mencapai sekitar 63 persen, dengan dominasi wisatawan domestik. Menurutnya, capaian tersebut sudah tergolong positif jika dibandingkan dengan kondisi saat ini.
“Kalau 63 persen itu sudah bagus. Wisatawan yang datang mayoritas domestik,” jelasnya.
Mulki juga menjelaskan, pencatatan data wisatawan domestik masih menjadi tantangan tersendiri. Hal ini karena banyak wisatawan yang masuk ke NTB melalui Jakarta, sehingga tidak tercatat sebagai wisatawan internasional di data imigrasi.
“Kalau wisatawan domestik landing di Jakarta lalu ke NTB, itu tidak bisa kita hitung dari data imigrasi. Jadi kita gunakan metode sampling,” katanya.
Lebih lanjut, Mulki menegaskan bahwa arah kebijakan pariwisata NTB kini tidak lagi berfokus pada mass tourism, melainkan pada quality tourism. Pemerintah daerah tengah memperkuat basis data pariwisata sebagai fondasi utama perencanaan kebijakan ke depan.
“Orientasi kita sekarang adalah quality tourism. Data menjadi kunci utama, karena dari situlah perencanaan kebijakan dan panduan kerja seluruh stakeholder akan ditentukan,” ujarnya.
Ia berharap, dengan penguatan data dan evaluasi berkelanjutan, sektor pariwisata NTB akan semakin berkualitas dan berkelanjutan, meskipun dinamika pariwisata regional terus berubah.













