Duh! 7.700 Anak di Lombok Barat Putus Sekolah

Pojok NTB – Sebanyak 7.700 anak di Kabupaten Lombok Barat tercatat putus sekolah. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, terutama dalam upaya memastikan keberlanjutan pendidikan dari jenjang dasar hingga menengah pertama.

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, mengatakan bahwa keberhasilan dunia pendidikan tidak hanya diukur dari jam mengajar guru, tetapi juga dari kemampuan memastikan peserta didik menyelesaikan pendidikan secara berkelanjutan, mulai dari PAUD, SD hingga SMP.

“Keberhasilan guru itu salah satu indikatornya adalah memastikan anak-anak dari PAUD, SD sampai SMP bisa sekolah secara terus-menerus,” ujar Lalu Ahmad Zaini.

Menurutnya, saat ini pemerintah daerah tengah menyusun indikator baru bagi tenaga pendidik. Indikator tersebut tidak lagi hanya berfokus pada aktivitas mengajar di kelas, melainkan pada hasil nyata berupa keberlanjutan pendidikan siswa.

“Tidak bisa hanya dilihat dari jam mengajarnya saja. Guru harus memastikan muridnya tamat SD dan melanjutkan ke SMP. Itu menjadi salah satu indikator keberhasilan guru, karena ini menyangkut cara kita mendidik,” tegasnya.

Terkait masih tingginya angka anak putus sekolah di Lombok Barat, Bupati menegaskan bahwa ke depan kewajiban melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP bagi lulusan SD akan menjadi perhatian utama.

“Makanya ke depan saya jadikan indikator bagi guru untuk memastikan bahwa anak-anak yang tamat SD itu wajib melanjutkan ke SMP,” katanya.

Upaya tersebut juga sejalan dengan Program Desa Berdaya, yang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTB dan melibatkan pemerintah kabupaten dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia, termasuk di bidang pendidikan.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap angka putus sekolah dapat ditekan secara signifikan dan akses pendidikan bagi seluruh anak dapat terjamin secara merata.