RS Mandalika Jadi Penjaga Keselamatan Pelari Pocari Sweat Run 2025

Pojok NTB— RS Mandalika kembali membuktikan perannya sebagai benteng keselamatan dalam ajang olahraga berskala nasional. Dua peserta Pocari Sweat Run 2025 yang digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mendapat perawatan intensif setelah mengalami kondisi darurat medis saat lomba, Minggu (14/9).

Kedua pelari tersebut sebelumnya dirujuk dari pos medis sirkuit menuju RS Mandalika dan langsung ditangani tim jaga IGD yang dipimpin dr. Dede Martha Adi Toma bersama dr. Lintang Usnaini.

Salah satu peserta kategori Full Marathon berinisial IQ sempat mengalami pusing dan penurunan kesadaran di lintasan. Setelah mendapat pertolongan awal berupa pendinginan akibat demam tinggi, ia sadar kembali namun tetap harus dirujuk ke RS Mandalika. Hingga Minggu sore, kondisinya masih belum stabil karena tekanan darah rendah dan telah dikonsultasikan ke dokter spesialis penyakit dalam.

Sementara itu, pelari lain dari kategori Half Marathon tidak dapat melanjutkan lomba karena keluhan sakit. Ia juga dirujuk ke RS Mandalika dan kini dalam kondisi stabil setelah perawatan intensif.

“Pasien Half Marathon sudah stabil, sementara pasien Full Marathon masih kami observasi karena tensinya rendah. Kami sudah konsulkan ke spesialis penyakit dalam untuk tindak lanjutnya,” jelas dr. Dede Martha Adi Toma.

Perwakilan Emergency Response Team (ERT) Pocari Sweat Run 2025, Nico Rudyanto, menyampaikan apresiasi atas kesiapan RS Mandalika.

“Kami bersyukur ada rumah sakit terdekat dengan fasilitas lengkap seperti RS Mandalika. Kehadiran mereka sangat membantu kami dalam memastikan keselamatan para peserta,” ujarnya.

Sejak awal, pihak penyelenggara memang telah menjalin koordinasi dengan RS Mandalika sebagai rumah sakit rujukan utama. Dengan fasilitas memadai dan tenaga medis yang siaga, RS Mandalika menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan ribuan pelari di tengah beratnya tantangan lomba maraton.