Pojok NTB – Rumah Sakit (RS) Mandalika kembali mencatat sejarah. Tahun ini, rumah sakit yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Lombok Tengah itu resmi menuntaskan pembangunan Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Fasilitas ini menjadi yang pertama berdiri di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Direktur RS Mandalika, dr. Oxy Tjahjo Wahjuni, menjelaskan pembangunan gedung KRIS dimulai pada 2024 dan selesai 2025. Kehadiran KRIS ini merupakan tindak lanjut kebijakan Kementerian Kesehatan lewat Permenkes terbaru yang mengatur sistem pelayanan rawat inap BPJS tanpa pembedaan kelas satu, dua, dan tiga.
“Sejak awal kami menyesuaikan pembangunan sesuai standar KRIS, supaya tidak perlu bongkar pasang lagi ke depan,” ujar dr. Oxy, Selasa (26/8).
Gedung KRIS berlantai empat ini memiliki kapasitas 64 tempat tidur, dengan masing-masing lantai diperuntukkan bagi 16 pasien. Sekitar 20 persen ruang rawat inap diprioritaskan untuk pasien dengan kebutuhan observasi ketat. Untuk mendukung layanan, gedung ini dilengkapi perangkat medis modern seperti patient monitor, infus pump, dan syringe pump.
Manajemen RS Mandalika menargetkan gedung KRIS segera diresmikan. Koordinasi telah dilakukan bersama Wakil Menteri Kesehatan dan Gubernur NTB untuk menetapkan jadwal peresmian. Selain itu, pihak rumah sakit juga menyiapkan tambahan tenaga kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan BKD NTB melalui perekrutan SDM baru.
Gedung KRIS ini dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. “Harapan kami, gedung ini bisa langsung digunakan tahun ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,” tegas dr. Oxy.
Meski berstatus rumah sakit tipe C, RS Mandalika telah memenuhi empat layanan dasar, yaitu spesialis bedah umum, anak, kandungan, dan penyakit dalam. Sejumlah layanan spesialis lainnya juga tersedia, mulai dari ortopedi, saraf, paru, kesehatan gigi dan mulut, kedokteran olahraga, kesehatan jiwa, hingga penunjang radiologi, patologi klinik, dan anestesiologi.
Selain itu, tiga layanan unggulan turut dikembangkan, yakni trauma center, preventive health care (PHC), dan dental care. RS Mandalika juga dilengkapi peralatan kesehatan modern seperti CT-Scan 64 slice, Panoramic CBCT, C-Arm, USG, X-Ray, serta fasilitas laboratorium lengkap.
Tak hanya dari sisi infrastruktur dan layanan, RS Mandalika sudah menerapkan sistem pelayanan berbasis digital lewat SIMS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit). Sistem paperless ini memudahkan pasien sejak pendaftaran hingga rekam medis elektronik yang terintegrasi.
“Kami terus berkomitmen meningkatkan mutu layanan dan memperluas cakupan spesialisasi. Kehadiran RS Mandalika juga menjadi bagian penting dalam mendukung KEK Mandalika sebagai destinasi super prioritas,” pungkas dr. Oxy.













