Dinsos NTB Pastikan Penanganan Tiga Anak Korban Kebakaran Sudah Berjalan

Pojok NTB – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa penanganan terhadap tiga anak yang menjadi korban kebakaran di Lombok Tengah telah dilakukan sejak awal kejadian. Namun, terkait penyebab insiden tersebut, Dinsos meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.

Kepala Dinsos PPA NTB, Ahmad Mashuri, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan informasi yang beredar mengenai dugaan korban dibakar oleh teman-temannya. Menurutnya, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan sehingga tidak boleh ada kesimpulan yang mendahului hasil pemeriksaan aparat penegak hukum.

“Belum pasti juga apakah dibakar temannya atau tidak. Saya tidak bisa berkomentar lebih lanjut karena masih dalam penyelidikan polisi. Ada juga informasi bahwa itu merupakan kecelakaan, jadi kita harus hati-hati,” ujarnya.

Mashuri menegaskan, pemerintah daerah tetap fokus pada penanganan korban sambil menunggu kepastian hasil investigasi. Langkah awal yang telah dilakukan adalah memberikan pendampingan psikologis kepada para korban melalui Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah.

“Dinas Sosial Lombok Tengah sudah turun memberikan bantuan psikologis. Untuk kondisi kesehatan korban juga sedang kami asesmen. Nanti akan dilihat kebutuhan penanganan lanjutan yang diperlukan. Yang jelas akan kita tangani,” katanya.

Menanggapi sorotan dari sejumlah pihak yang menilai penanganan kasus tersebut belum maksimal, Mashuri membantah anggapan tersebut. Ia memastikan jajaran Dinsos telah bergerak cepat sejak menerima informasi kejadian.

“Keseriusannya sudah ditangani. Siapa yang bilang belum ditangani? Silakan dicek di lapangan. Kami mungkin tidak banyak bicara, tetapi penanganan sudah dilakukan,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah memerintahkan langsung jajarannya untuk turun ke lokasi dan memastikan korban mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan.

Kasus kebakaran yang menimpa tiga anak tersebut kini masih menjadi perhatian publik. Selain proses penyelidikan yang tengah dilakukan kepolisian, pemerintah daerah juga terus memantau kondisi korban agar mendapatkan perlindungan, pendampingan psikologis, serta layanan kesehatan yang diperlukan selama masa pemulihan.