Pojok NTB – Pasangan Calon Ketua dan Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram Nomor Urut 1, Paslon DAMAI, mencuri perhatian dalam Debat Terbuka Pemilihan BEM Universitas Mataram 2026. Dalam kesempatan tersebut, mereka memperkenalkan program unggulan bertajuk Reset NTB yang menjadi bagian dari agenda besar Kera Ekspedisi NTB.
Program ini dirancang sebagai gerakan strategis yang bertujuan membawa BEM Universitas Mataram lebih dekat dengan masyarakat. Melalui Reset NTB, mahasiswa didorong untuk turun langsung ke berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat, mulai dari daerah pelosok di Bima, kawasan pesisir Mataram, hingga wilayah-wilayah yang selama ini masih termarginalkan.
Paslon DAMAI menjelaskan bahwa gagasan Reset NTB terinspirasi dari buku Reset Indonesia yang mengusung semangat memahami realitas sosial secara utuh dengan melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan. Pendekatan tersebut dinilai penting agar gerakan mahasiswa tidak hanya berpusat pada diskusi kampus, tetapi juga mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Melalui program ini, BEM UNRAM diharapkan dapat melakukan pemetaan isu secara komprehensif, mulai dari pengumpulan data, penjaringan aspirasi masyarakat, investigasi berbagai persoalan daerah, hingga pendokumentasian kondisi sosial dan demografi secara partisipatif.
Data dan temuan yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar dalam menyusun langkah advokasi, membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, serta mengawal isu-isu strategis daerah secara berkelanjutan. Dengan demikian, gerakan mahasiswa tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga berbasis data dan kebutuhan masyarakat.
Paslon DAMAI meyakini bahwa Reset NTB dapat menjadi langkah untuk memperkuat peran BEM Universitas Mataram sebagai representasi mahasiswa yang responsif terhadap persoalan daerah. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan gerakan mahasiswa yang lebih kontekstual, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan Nusa Tenggara Barat.
Melalui gagasan ini, Paslon DAMAI menawarkan arah baru gerakan mahasiswa yang berfokus pada keterlibatan langsung di tengah masyarakat, menjadikan kampus sebagai mitra perubahan yang hadir dan bekerja bersama rakyat.












