Trotoar untuk Pelari di Mataram Dibongkar, Wali Kota Janjikan Lebih Nyaman

Pojok NTB – Tren lari di kalangan anak muda Kota Mataram kian meningkat. Namun, di balik antusiasme para pelari (runners), kondisi trotoar yang rusak di sejumlah titik justru menjadi keluhan utama karena dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menegaskan bahwa pemerintah kota saat ini tengah fokus melakukan pembenahan trotoar, khususnya yang sudah lama dan tidak layak digunakan.

Menurutnya, trotoar memiliki peran penting, tidak hanya bagi pejalan kaki, tetapi juga bagi para pelari yang kini semakin aktif memanfaatkan ruang publik.

“Trotoar ini bukan sekadar aksesoris kota. Fungsinya untuk memudahkan masyarakat berjalan kaki, termasuk bagi para pelari agar lebih nyaman dan aman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembongkaran trotoar yang dilakukan belakangan ini kerap disalahartikan oleh masyarakat. Padahal, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perbaikan fasilitas lama yang kondisinya sudah tidak memadai.

“Kadang ada yang protes kenapa trotoar dibongkar, dipasang, lalu dibongkar lagi. Sebenarnya bukan seperti itu. Trotoar lama yang kami anggap sudah tidak layak, itulah yang diperbaiki,” jelasnya.

Perbaikan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak visual yang lebih baik bagi wajah kota, sekaligus menciptakan ruang publik yang lebih tertata.

Seiring meningkatnya tren olahraga lari, keberadaan trotoar yang layak menjadi kebutuhan penting. Banyak pelari mengeluhkan permukaan yang rusak, berlubang, hingga tidak rata, yang berpotensi membahayakan.

Ke depan, Pemerintah Kota Mataram berkomitmen untuk terus memperbaiki trotoar yang rusak agar lebih ramah bagi pelari dan pejalan kaki.

“Yang rusak-rusak kita perbaiki, supaya memberikan kenyamanan,” tegasnya.

Dengan langkah ini, diharapkan Mataram tidak hanya menjadi kota yang indah secara visual, tetapi juga ramah bagi gaya hidup sehat masyarakat, khususnya para pelari yang semakin menjamur di kalangan generasi muda.