Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong transformasi ekonomi yang lebih inklusif pada 2025–2026, dengan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu fokus utama. Upaya ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memperkuat kemandirian masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim, menyebutkan bahwa skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) menjadi strategi penting dalam pengelolaan potensi perikanan. Melalui BLUD, pengelolaan kawasan dapat dilakukan lebih fleksibel dan langsung melibatkan masyarakat untuk meningkatkan pelayanan publik.
Salah satu contoh nyata adalah Pelabuhan Perikanan Labuhan Lombok di Lombok Timur yang memiliki potensi pendapatan hingga Rp600 miliar per tahun. Namun sebelumnya, kurang dari 10 persen pendapatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk peningkatan layanan, seperti penyediaan air bersih bagi kapal. Dengan perubahan status menjadi BLUD, pengelolaan diharapkan lebih optimal.
Saat ini, Pemprov NTB tengah melakukan transformasi besar-besaran sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) menjadi BLUD, termasuk pelabuhan perikanan di Labuhan Lombok, Tanjung Luar, Pulau Sumbawa, hingga balai pengelolaan sumber daya kelautan di berbagai wilayah.
Di sisi lain, NTB juga mempercepat hilirisasi industri agromaritim melalui pengembangan komoditas unggulan seperti udang vaname, rumput laut, serta tuna dan cakalang. Bahkan, industri pengolahan tuna di Labuhan Lombok yang didukung investasi asing telah mengekspor hingga 650 ton pada tahun lalu. Selain itu, pembangunan Pelabuhan Soro Adu di Bima juga dipersiapkan sebagai sentra baru perikanan tuna.
Pemerintah juga memberi perhatian besar pada pelaku UMKM sektor kelautan dengan menyediakan kemudahan perizinan, akses modal, serta kepastian hukum melalui regulasi terbaru. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.
Untuk mendukung ketahanan pangan, Dislutkan NTB turut meningkatkan ketersediaan stok ikan, tidak hanya melalui balai pembenihan, tetapi juga sentra budidaya milik masyarakat.
Dengan potensi kelautan yang sangat besar—mulai dari perikanan tangkap, budidaya laut, hingga pariwisata bahari—NTB dinilai memiliki peluang ekonomi bernilai triliunan rupiah. Didukung luas perairan mencapai lebih dari 29 ribu kilometer persegi, NTB unggul dalam produksi ikan seperti tuna, cakalang, dan tongkol, serta memiliki kekayaan ekosistem laut yang menjadi daya tarik wisata dunia.
Transformasi ini diharapkan mampu menjadikan sektor perikanan sebagai tulang punggung ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.












