Pojok NTB – Permasalahan sampah di kawasan wisata Lombok Utara, khususnya di wilayah Tiga Gili, kembali menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menyampaikan bahwa isu ini menjadi tantangan serius karena berkaitan langsung dengan sektor pariwisata yang menjadi andalan daerah.
Ditemui di Mataram, Senin (6/4/2026), Najmul mengungkapkan bahwa Lombok Utara memiliki potensi besar, terutama untuk aktivitas snorkeling dan diving yang sudah dikenal luas. Selain itu, daerah ini juga dipercaya menjadi tuan rumah sejumlah event penting, termasuk dua festival yang masuk dalam agenda nasional.
“Kami sangat bersyukur karena event-event tersebut tetap berjalan, dan sejak sekarang kami terus mempersiapkannya dengan maksimal,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah, terutama di kawasan Tiga Gili yang menjadi pusat aktivitas wisata. Menurutnya, sampah di Lombok Utara terbagi menjadi dua kategori, yakni di wilayah daratan dan kawasan pesisir, dengan kondisi paling dirasakan saat ini berada di kawasan wisata laut.
Pemerintah daerah kini terus berupaya mengatasi persoalan tersebut melalui berbagai langkah kolaboratif. Salah satunya dengan menggandeng pelaku wisata lokal serta Forum Komunikasi Masyarakat Lingkungan (FKML).
Selain itu, pemerintah juga tengah merancang skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebagai solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah.
Najmul berharap, dengan upaya yang terus dilakukan, permasalahan sampah dapat segera teratasi sehingga tidak mengganggu citra pariwisata Lombok Utara, terutama menjelang berbagai event penting yang akan digelar dalam waktu dekat.












