NTB Ubah Arah Pariwisata, Fokus pada Kualitas Wisata

Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menggeser arah pembangunan pariwisata ke level yang lebih tinggi. Tidak lagi sekadar mengejar jumlah kunjungan, kini fokus utama adalah menghadirkan pariwisata yang benar-benar berkualitas.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, menegaskan bahwa pariwisata NTB harus memberikan pengalaman yang lebih dalam bagi wisatawan, bukan hanya soal destinasi indah atau spot foto viral.

Menurutnya, ada tiga indikator utama yang kini menjadi fondasi pengembangan pariwisata NTB. Pertama adalah meaningful experience atau pengalaman bermakna. Wisatawan diharapkan tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga merasakan budaya lokal, berinteraksi dengan masyarakat, dan membawa pulang cerita yang berkesan.

Indikator kedua adalah manfaat ekonomi yang inklusif. Pariwisata harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas, tidak hanya bagi investor besar. Mulai dari pelaku UMKM, pemandu wisata, hingga ekonomi kreatif di desa-desa harus ikut merasakan manfaatnya.

Sementara itu, indikator ketiga adalah keberlanjutan lingkungan. Pemerintah menegaskan bahwa destinasi wisata tidak boleh rusak akibat eksploitasi berlebihan. Justru, kelestarian alam harus dijaga agar pariwisata bisa terus berkembang dalam jangka panjang.

“Inilah standar baru. Kita ingin pariwisata NTB bukan hanya ramai, tapi benar-benar berkualitas dan berkelas,” tegasnya.

Dengan arah baru ini, NTB menargetkan transformasi pariwisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.