Pojok NTB – Situasi geopolitik global ternyata ikut memberi dampak pada sektor pariwisata, termasuk di NTB. Salah satu yang paling terasa adalah perubahan pola penerbangan internasional.
Ahmad Nur Aulia mengungkapkan bahwa sekitar 11 persen penerbangan ke Indonesia melibatkan rute dari Timur Tengah—wilayah yang saat ini terdampak konflik global.
Akibatnya, pemerintah mulai melakukan penyesuaian strategi dengan mengalihkan fokus ke pasar yang lebih stabil seperti Asia, Australia, dan Oceania.
Selain itu, tren wisata juga berubah. Wisatawan Eropa kini cenderung lebih banyak berlibur di kawasan mereka sendiri, sehingga persaingan destinasi global semakin ketat.
Meski begitu, NTB tetap optimistis. Memasuki bulan Mei hingga pertengahan tahun, sektor pariwisata diprediksi mulai kembali bergeliat seiring masuknya musim liburan internasional.
“Strategi harus adaptif. Kita tidak bisa bertahan dengan pola lama di situasi global yang terus berubah,” ujarnya.












