Geopolitik Dunia Tak Goyang Harga Pangan NTB, BBM dan LPG Harus Tetap Diwaspadai

Pojok NTB – Gejolak geopolitik global khususny konflik Timur-Tengah disebut belum memberikan dampak signifikan terhadap harga pangan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, pemerintah daerah tetap memberi perhatian khusus pada sektor energi, terutama bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG yang dinilai lebih rentan terhadap dinamika global.

Pelaksana Tugas (Plt) Disperindag Provinsi NTB, Irnadi Kusuma, menjelaskan bahwa stabilitas harga pangan di daerah masih terjaga. Hal ini tidak lepas dari pola konsumsi masyarakat yang sudah terbentuk dan cenderung mengikuti siklus sosial serta budaya.

“Kalau untuk harga pangan tidak terlalu berpengaruh, karena pola konsumsi masyarakat kita sudah terpola. Dalam istilah ekonomi disebut demand, yang menyesuaikan dengan kegiatan sosial seperti hari besar keagamaan atau seremoni adat,” ujar Irnadi.

Menurutnya, kondisi ini membuat fluktuasi global tidak serta-merta mengguncang harga bahan pokok di NTB. Masyarakat sudah memiliki pola belanja yang relatif stabil, sehingga gejolak eksternal bisa diredam secara alami.

Meski demikian, Irnadi mengingatkan bahwa sektor energi tetap perlu diantisipasi. Ketergantungan terhadap pasokan BBM dan LPG menjadikan komoditas ini lebih sensitif terhadap perubahan geopolitik dunia.

“Pengaruh geopolitik memang tidak terlalu terasa sekarang, tapi tetap harus kita antisipasi, terutama untuk kebutuhan energi seperti BBM dan gas LPG,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Disperindag NTB terus menjalin koordinasi intensif dengan pihak Pertamina guna memastikan ketersediaan pasokan tetap aman bagi masyarakat.

“Sejauh ini, semuanya masih relatif stabil, dan kami terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk menjaga kondisi ini,” tambahnya.

Dengan situasi yang masih terkendali, pemerintah berharap masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Namun, kewaspadaan tetap menjadi kunci agar potensi dampak dari dinamika global dapat dihadapi dengan cepat dan tepat.