Jubir BGN Ungkap Alasan Program MBG Sangat Dibutuhkan Anak Indonesia

Pojok NTB – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar memberikan makanan gratis kepada anak-anak. Program ini merupakan investasi besar untuk masa depan generasi Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN), Dian Fatwa, dalam kegiatan sosialisasi program MBG.

Menurut Dian, masih banyak anak Indonesia yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan atau dengan perut kosong. Kondisi ini sangat mempengaruhi kemampuan mereka untuk belajar di sekolah.

“Faktanya masih banyak anak-anak yang pergi ke sekolah dalam keadaan tidak kenyang. Padahal jika mereka mendapatkan makanan bergizi, hal itu akan mempengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, serta daya tahan tubuh,” jelas Dian.

Ia bahkan menceritakan pengalaman timnya yang menemukan seorang anak tetap memaksakan diri datang ke sekolah meski sedang sakit. Ketika ditanya alasannya, anak tersebut mengaku datang ke sekolah karena ingin mendapatkan makanan.

“Kalau saya pulang, tidak ada makanan di rumah. Jadi lebih baik saya ke sekolah supaya bisa makan,” ujar anak tersebut kepada tim BGN.

Dian menjelaskan, bagi sebagian masyarakat di kota besar mungkin makanan bukan persoalan utama. Namun bagi anak-anak yang tinggal di daerah terpencil, program MBG menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka.

Selain itu, program ini juga bertujuan menekan angka stunting di Indonesia. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan tidak sesuai dengan usianya.

Data menunjukkan angka stunting di Indonesia memang mengalami penurunan, dari sekitar 37 persen pada 2013 menjadi sekitar 19,9 persen saat ini. Namun angka tersebut masih berarti bahwa sekitar satu dari lima anak Indonesia mengalami stunting.

Karena itu, MBG hadir sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki gizi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Program ini menyasar berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari anak sekolah dasar hingga menengah, santri, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak-anak yang tidak memiliki identitas kependudukan. BGN menegaskan bahwa semua anak Indonesia berhak mendapatkan akses terhadap makanan bergizi.

“Tujuan kami adalah memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tegas Dian.