Health  

Puasa Ramadhan bagi Penderita Diabetes: Panduan Lengkap agar Tetap Stabil

Pojok NTB – Bagi penderita diabetes, puasa adalah ibadah yang membutuhkan persiapan matang. Tanpa pengaturan yang tepat, risiko hipoglikemia, hiperglikemia, dan dehidrasi bisa meningkat. Namun dengan strategi yang benar, puasa tetap bisa dilakukan dengan aman.

Persiapan Sebelum Ramadhan

Lakukan pemeriksaan gula darah dan evaluasi kesehatan minimal satu bulan sebelum Ramadhan. Ini membantu mengetahui apakah kondisi tubuh cukup stabil untuk berpuasa.

Strategi Sahur yang Tepat

Sahur sebaiknya dilakukan mendekati waktu imsak agar energi bertahan lebih lama. Hindari makanan tinggi gula sederhana seperti nasi putih dalam porsi besar, mie instan, atau minuman manis.

Tambahkan protein karena membantu rasa kenyang lebih lama dan menjaga stabilitas gula darah.

Pola Berbuka Bertahap

Langkah terbaik saat berbuka:

1. Air putih

2. Kurma secukupnya

3. Salat Maghrib

4. Makan utama porsi seimbang

Cara ini membantu tubuh beradaptasi secara perlahan setelah seharian berpuasa.

Periksa Gula Darah Secara Rutin

Waktu ideal untuk cek gula darah:

• Sebelum sahur

• Siang hari

• Sebelum berbuka

• Dua jam setelah berbuka

Jika gula darah di bawah 70 mg/dL atau di atas 300 mg/dL, sebaiknya puasa dibatalkan.

Jangan Abaikan Istirahat

Kurang tidur dapat memengaruhi hormon dan meningkatkan gula darah. Atur waktu tidur agar tetap cukup meskipun ada sahur dan ibadah malam.

Ramadhan adalah bulan pembelajaran, termasuk belajar mengatur pola makan dan gaya hidup lebih sehat. Bagi penderita diabetes, disiplin adalah kunci. Dengan perencanaan yang baik, puasa bukan hanya aman, tetapi juga bisa menjadi momentum memperbaiki kualitas kesehatan jangka panjang.

Penulis: HayyanEditor: Hayyan