Pojok NTB – Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperbaiki pola hidup. Namun bagi penderita darah tinggi atau hipertensi, puasa perlu dijalani dengan strategi khusus agar tekanan darah tetap stabil.
Kunci utamanya adalah disiplin menjaga pola makan saat sahur dan berbuka. Sahur sebaiknya tidak dilewatkan karena berperan penting menjaga energi dan kestabilan tekanan darah sepanjang hari. Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum agar rasa kenyang bertahan lebih lama. Tambahkan protein sehat seperti telur rebus, ikan, tahu, atau tempe.
Asupan garam harus benar-benar dibatasi. Hindari makanan instan, lauk asin, dan makanan kalengan yang tinggi natrium. Sebagai gantinya, gunakan rempah alami seperti bawang putih, jahe, atau kunyit untuk memperkaya rasa tanpa menambah risiko lonjakan tekanan darah.
Saat berbuka, awali dengan air putih dan buah segar. Hindari langsung menyantap makanan berat dalam jumlah besar. Makan secara bertahap membantu tubuh beradaptasi setelah seharian berpuasa. Selain itu, perbanyak konsumsi air putih di antara waktu berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi.
Dengan pengaturan menu yang tepat, Ramadan bisa menjadi kesempatan memperbaiki gaya hidup dan menjaga tekanan darah tetap terkendali.












