Pojok NTB – Puasa di bulan Ramadan bukan halangan bagi penderita hipertensi, selama pola makan tetap terjaga. Justru, jika dilakukan dengan benar, puasa dapat membantu mengontrol berat badan dan memperbaiki metabolisme.
Menu sahur sebaiknya mengandung kombinasi serat, protein, dan lemak sehat. Sayuran hijau, buah segar, kacang-kacangan, serta ikan kaya omega-3 seperti sarden atau salmon dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Hindari gorengan berlebihan yang sering menjadi menu favorit berbuka, karena lemak jenuh dapat memperburuk kondisi pembuluh darah.
Minuman manis juga perlu dibatasi. Kebiasaan berbuka dengan sirup atau teh manis dalam jumlah besar bisa memicu kenaikan berat badan dan memperburuk hipertensi. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik, bisa diselingi jus buah tanpa gula tambahan.
Penderita hipertensi yang rutin mengonsumsi obat harus menyesuaikan jadwal minum obat dengan waktu sahur dan berbuka sesuai anjuran dokter. Jangan menghentikan pengobatan tanpa konsultasi medis.
Disiplin mengatur menu selama Ramadan bukan hanya menjaga tekanan darah tetap stabil, tetapi juga melatih pola makan sehat jangka panjang.












