Pojok NTB – Perubahan jadwal makan dan ibadah di bulan Ramadan berdampak pada jam tidur. Jika tidak dikelola dengan baik, kurang tidur dapat memicu kelelahan, menurunkan konsentrasi, serta memengaruhi kesehatan.
Untuk mengatasinya, masyarakat disarankan tidur lebih awal di malam hari dan membagi waktu istirahat dengan tidur siang singkat selama 20–30 menit. Power nap terbukti efektif mengembalikan energi dan meningkatkan fokus.
Penggunaan gadget menjelang tidur juga perlu dibatasi karena cahaya layar dapat mengganggu kualitas tidur. Menciptakan suasana kamar yang nyaman, sejuk, dan minim cahaya membantu tubuh beristirahat lebih optimal.
Dengan pola tidur yang teratur, tubuh tetap segar, ibadah lebih khusyuk, dan aktivitas harian berjalan lancar.












