Pojok NTB — Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah NTB, Eko Prasetyo, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa keracunan siswa akibat konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Lombok Tengah.
Saat dihubungi melalui telepon, Rabu (11/2/2026), Eko menegaskan bahwa pihaknya turut merasakan duka dan simpati atas kejadian yang menimpa para siswa.
“Secara institusi kami sangat prihatin dan turut bersimpati. Anak-anak kita menjadi korban dari konsumsi MBG yang kemungkinan kurang sesuai. Atas kejadian ini kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Eko.
Ia menegaskan, SPPG NTB berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaan program MBG, terutama dalam aspek keamanan dan kelayakan pangan.
“Yang paling utama adalah memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman. Ini menjadi perhatian serius kami,” tegasnya.
Menurut Eko, seluruh mitra pelaksana MBG akan diminta memperketat standar kebersihan, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan, guna mencegah kejadian serupa terulang.
Terkait pernyataan sejumlah pihak yang dinilai menyepelekan insiden tersebut, Eko memilih tidak memberikan komentar. Namun ia menegaskan fokus utama SPPG adalah pemulihan korban dan perbaikan sistem.
“Kami tidak masuk ke ranah pernyataan pihak lain. Fokus kami adalah memperbaiki sistem agar kejadian ini tidak terulang,” katanya.
Ia menambahkan, SPPG NTB siap menjalankan segala instruksi dari pimpinan pusat demi meningkatkan kualitas dan keamanan program MBG di daerah.
“Kami siap melaksanakan setiap arahan demi memastikan program ini berjalan dengan aman dan tepat sasaran,” pungkasnya.













