Belum Ada Rumah Aman HIV di NTB, Dinsos Dorong Kolaborasi dan Kesadaran Publik

Pojok NTB  — Dinas Sosial dan PPA Provinsi NTB mengungkapkan bahwa hingga saat ini, NTB belum memiliki rumah aman khusus bagi penderita HIV/AIDS. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat potensi meningkatnya kasus serupa di masa mendatang.

Kadis Sosial dan PPA NTB, Mashuri, mengatakan ketiadaan rumah aman menjadi tantangan besar dalam penanganan penderita HIV, terutama mereka yang terlantar atau tidak memiliki keluarga pendamping.

“Sejujurnya, rumah aman khusus HIV di NTB belum ada. Ini menjadi pemikiran serius kami, karena ke depan kasus seperti ini bisa saja terulang,” ujarnya.

Untuk sementara, penanganan pasien HIV yang membutuhkan tempat tinggal darurat masih dibantu oleh rumah sakit provinsi dan rumah sakit jiwa, yang difungsikan sebagai tempat perawatan sekaligus perlindungan sementara.

Namun, Mashuri menilai, rumah aman tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas fisik. Dibutuhkan pula tenaga relawan yang memiliki kepedulian, pemahaman, dan keberanian untuk mendampingi penderita HIV secara langsung.

“Ini bukan hanya soal gedung. Tapi juga soal kesiapan SDM yang mau, sukarela, dan paham betul cara mendampingi ODHA,” jelasnya.

Ke depan, Dinsos NTB berencana menggandeng komunitas peduli HIV/AIDS serta kelompok pendamping untuk membangun sistem perlindungan sosial yang lebih manusiawi, berkelanjutan, dan inklusif.