Kasus Kanker Tinggi, NTB Siapkan Penguatan Layanan Radioterapi

Pojok NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat layanan kesehatan, khususnya penanganan kanker, seiring meningkatnya jumlah kasus penyakit katastropik di daerah. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengembangan layanan radioterapi di rumah sakit rujukan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Lalu Hamzi Fikri, mengatakan radioterapi menjadi kebutuhan utama dalam penanganan kanker, mengingat kasus kanker di NTB tergolong tinggi dan masuk dalam 10 besar penyakit terbanyak.

“Kasus kanker kita cukup tinggi. Ini termasuk dalam kategori penyakit katastropik bersama jantung, stroke, dan gagal ginjal. Karena itu, radioterapi menjadi sangat penting untuk intervensi pasien kanker,” ujar Fikri di Mataram, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, pengadaan fasilitas radioterapi membutuhkan proses panjang dan biaya besar, mulai dari penyediaan lahan, pembangunan bunker, hingga perizinan ketat dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

“Bunker radioterapi itu sangat kompleks. Syarat keamanannya ketat karena tidak boleh ada kebocoran radiasi. Proses perizinannya saja bisa berbulan-bulan,” jelasnya.

Meski demikian, Pemprov NTB berkomitmen untuk terus mengusulkan penguatan fasilitas tersebut melalui penganggaran daerah, seiring pesatnya perkembangan teknologi penanganan kanker di dunia.

“Di negara maju, terapi kanker sudah menggunakan ion therapy yang lebih presisi, langsung menargetkan sel kanker tanpa merusak jaringan sekitarnya. Kita berharap suatu saat bisa mengarah ke sana,” tambahnya.

Saat ini, layanan onkologi di NTB telah mampu menangani berbagai tindakan medis, mulai dari pembedahan, kemoterapi, hingga radioterapi. RSUD Provinsi NTB juga telah memiliki poliklinik onkologi terpadu dengan dukungan dokter spesialis yang memadai.

“Semua pasien kanker bisa kita tangani di sini, baik rawat jalan maupun rawat inap. Rujukan ke luar daerah kini jauh berkurang, kecuali untuk kasus-kasus yang sangat khusus,” ungkap Fikri.

Ia menyebut, jenis kanker yang paling banyak ditemukan di NTB antara lain kanker payudara dan kanker leher rahim. Faktor gaya hidup modern, minim aktivitas fisik, serta paparan radikal bebas disebut menjadi pemicu meningkatnya kasus kanker.