Pojok NTB — Semangat berolahraga dan atmosfer kompetisi akan menyatu dalam ajang Padel POP, yang digelar pada 14–15 Februari 2026 di Rooftop Padel, Mataram Mall. Kegiatan ini menjadi bagian dari POP (Pekan Olahraga Poroq-Poroq), sebuah inisiatif yang membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk merasakan sensasi bertanding layaknya atlet profesional.
Event ini dirancang sebagai panggung terbuka bagi siapa saja yang ingin berkompetisi, melakukan sparing, sekaligus mengukur kemampuan dalam suasana pertandingan yang profesional dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Padel dipilih sebagai cabang pembuka karena olahraga ini tengah berkembang pesat, mudah dimainkan, dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Mengusung semangat “daripada tidak melakukan apa-apa, lebih baik berolahraga,” Padel POP hadir untuk mendorong olahraga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Tak sekadar berkompetisi, ajang ini juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya hidup sehat yang menyenangkan dan inklusif.
Menariknya, Padel POP menjadi event padel pertama di Mataram yang langsung mempertandingkan tiga kategori sekaligus, yakni Women Double, Men Double, dan Mix Double. Format ini membuka peluang lebih luas bagi peserta untuk terlibat aktif, sekaligus menghadirkan persaingan yang lebih variatif dan seru.
Pelaksanaan event ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari komunitas olahraga, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan terkait. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem olahraga yang sehat, berkelanjutan, dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ke depan, POP tidak hanya berhenti di cabang padel. Pekan olahraga ini akan menghadirkan berbagai cabang lainnya, sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan euforia bertanding ala ajang besar seperti Porkab, Porprov, hingga PON, tanpa harus berstatus atlet profesional.
Melalui POP, olahraga ditegaskan sebagai milik semua orang — tentang bergerak bersama, bertanding dengan semangat sportivitas, serta membangun kebiasaan hidup sehat melalui kebersamaan.
Sementara itu, Leoni Diani, Ketua Panitia POP 2026 menegaskan, event ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bersama yang mempertemukan komunitas olahraga, pelaku usaha, hingga para pemangku kepentingan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya budaya olahraga di tengah masyarakat.
“Event ini diselenggarakan dengan semangat kolaborasi bersama berbagai pihak — mulai dari komunitas olahraga, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan terkait — guna membangun ekosistem olahraga yang sehat, berkelanjutan, dan terbuka untuk semua,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa POP dirancang sebagai inisiatif pekan olahraga berkelanjutan yang ke depan akan menghadirkan berbagai cabang olahraga. Konsep ini membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat umum untuk ikut merasakan atmosfer kompetisi, tanpa harus berstatus sebagai atlet profesional.
“Tidak hanya berfokus pada kompetisi, POP merupakan inisiatif pekan olahraga yang ke depan akan menghadirkan berbagai cabang olahraga lainnya. Tujuannya adalah menciptakan ruang bagi siapa saja untuk merasakan euforia menjadi atlet,” katanya.
Melalui konsep tersebut, peserta diharapkan bisa merasakan pengalaman bertanding layaknya di ajang olahraga besar, seperti Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
Dengan pendekatan yang inklusif dan kolaboratif, POP 2026 diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya talenta-talenta baru, sekaligus memperkuat budaya hidup sehat dan aktif di tengah masyarakat NTB.













