Disparekraf NTB Sebut Masalah Sampah di Gili Trawangan, Insinerator Listrik Sudah Beroperasi

Pojok NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperkuat penanganan persoalan sampah di kawasan wisata Gili Trawangan. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, menyatakan bahwa pengelolaan sampah di kawasan tersebut kini menunjukkan progres positif dengan beroperasinya tambahan alat insinerator berbasis listrik.

Menurut Ahmad, penanganan sampah tidak hanya berbicara soal pemusnahan, tetapi juga mencakup upaya pengurangan dari sumbernya. “Persoalan sampah itu ada dua unsur besar, bagaimana pengelolaannya dan bagaimana pengurangannya. Iklim kebersamaan ini harus kita hadirkan agar keasrian Gili Trawangan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini telah dilakukan penambahan insinerator berbasis listrik di Gili Trawangan. Alat tersebut sudah beroperasi dan diharapkan mampu mengurai sampah secara signifikan. “Alhamdulillah, insineratornya sudah running. Beberapa hari terakhir sudah melalui tahap uji coba dan kini sudah beroperasi penuh,” katanya.

Dengan beroperasinya insinerator tersebut, Ahmad berharap tumpukan sampah yang selama ini menjadi sorotan dapat segera dikurangi, bahkan dihilangkan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa solusi tidak boleh berhenti pada teknologi semata. “Penanganan melalui insinerator penting, tapi jangan lupa pengurangan sampah dari setiap penyedia jasa pariwisata di sana juga harus berjalan,” tegasnya.

Terkait perizinan dan isu konservasi yang sempat menjadi perhatian, Ahmad memastikan bahwa seluruh proses telah dilalui dan tidak lagi menjadi hambatan. Insinerator tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan dioperasikan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui pola kemitraan dengan masyarakat setempat.

Ia juga menanggapi kekhawatiran masyarakat soal dampak asap dari pengoperasian alat tersebut. Menurutnya, insinerator berbasis listrik yang digunakan menghasilkan asap yang relatif bersih dan terus dipantau. “Kami update terus. Tim sudah turun ke lokasi, dan dari laporan sementara, operasionalnya aman,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi pengelolaan sampah di Gili Trawangan, demi menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus citra pariwisata NTB sebagai destinasi kelas dunia.