Pojok NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan harga bahan pokok di pasaran masih relatif stabil menjelang Ramadan dan Idulfitri. Kepastian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Irnadi Kusuma, usai mengikuti rapat koordinasi bersama Badan Pangan Nasional.
Irnadi mengatakan, rapat yang digelar di Polda NTB itu membahas langkah-langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga pangan, tidak hanya menjelang Ramadan dan Idulfitri, tetapi juga hingga Iduladha mendatang.
“Alhamdulillah, secara umum harga masih stabil. Yang sedikit mengalami kenaikan hanya cabai, itu karena faktor musim hujan dan meningkatnya kebutuhan masyarakat,” ujar Irnadi di Mataram, Selasa (3/2/2026).
Meski mengalami kenaikan, Irnadi menegaskan harga cabai masih berada dalam batas wajar dan tidak jauh dari harga ideal. Untuk mengantisipasi lonjakan harga, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar.
Sementara itu, untuk komoditas strategis lainnya seperti beras dan minyak goreng, Irnadi memastikan harga masih terkendali. Ia juga menyebutkan ketersediaan stok pangan di Bulog dalam kondisi aman.
“Informasi dari Bulog, stok beras cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar 10 bulan ke depan,” katanya.
Pemprov NTB berkomitmen terus memperkuat pengawasan distribusi dan pasokan pangan agar masyarakat dapat menjalani bulan-bulan besar keagamaan tanpa dibayangi gejolak harga kebutuhan pokok.













