Pojok NTB — Setelah penantian hampir dua dekade, dua sekolah di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akhirnya menorehkan prestasi di tingkat nasional. SMPN 1 Maluk dan SDN 2 Seteluk resmi meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional pada Desember 2025, menandai keberhasilan membangun budaya peduli lingkungan berbasis pendidikan.
Program Adiwiyata merupakan inisiatif Kementerian Lingkungan Hidup yang bertujuan mendorong sekolah menjadi pusat pembelajaran dan pembiasaan perilaku ramah lingkungan secara berkelanjutan. Tidak hanya soal kebersihan, program ini menanamkan nilai keberlanjutan melalui kebijakan sekolah, kebiasaan harian, hingga peran aktif siswa sebagai agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
Keberhasilan dua sekolah tersebut tidak terlepas dari proses pendampingan yang konsisten, salah satunya melalui dukungan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). Melalui Program Pengelolaan Sampah di Sekolah (PPSS) dan berbagai kegiatan Clean Up Day, AMMAN mendorong keterlibatan aktif siswa, guru, dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekolah.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Melalui PPSS, kami ingin membangun kebiasaan baru sejak dini, mulai dari memilah sampah hingga menjaga lingkungan. Harapannya, sekolah menjadi garda depan dalam menciptakan kehidupan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Priyo Pramono, Vice President Policy & Permitting sekaligus Vice President Social Impact AMMAN.
Program PPSS saat ini dijalankan di enam sekolah di KSB dengan pendekatan sederhana namun berkelanjutan, seperti pemilahan sampah dari sumbernya, pengolahan sampah organik, serta pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai ruang belajar nyata tentang keberlanjutan.
Selain berdampak pada pengurangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA), program ini juga meningkatkan kapasitas dan kesadaran warga sekolah. Fasilitas seperti rumah kompos dan sistem pemilahan sampah menjadi sarana pembelajaran sekaligus membuka peluang ekonomi.
“Adiwiyata adalah investasi jangka panjang. Kita tidak hanya menanam pohon di sekolah, tetapi juga menanam kesadaran agar siswa tumbuh menjadi penjaga bumi di masa depan,” kata Bambang Supriadi, pemerhati lingkungan dan Founder CV Tamu Baru selaku mitra pelaksana program.
Salah satu hasil konkret dari program ini adalah POSTA (Pupuk Organik Sekolah Kita), produk pupuk organik hasil pengolahan sampah sekolah. Produk tersebut tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga membantu menopang operasional rumah kompos dan mendukung kegiatan sekolah melalui konsep ekonomi sirkular.
Ke depan, keberhasilan SMPN 1 Maluk dan SDN 2 Seteluk diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah lain di Sumbawa Barat. Dengan dukungan kebijakan daerah dan kolaborasi lintas sektor, sekolah diharapkan mampu bertransformasi menjadi pusat pendidikan sekaligus ruang tumbuhnya generasi yang peduli dan bijak terhadap lingkungan.













