Pemprov NTB Tegaskan Tutup-Buka Rute Penerbangan Ikuti Hitungan Bisnis Maskapai

Pojok NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa pembukaan dan penutupan rute penerbangan ke daerah merupakan keputusan bisnis maskapai, bukan akibat kebijakan pemerintah daerah.

Kepala BAPPEDA NTB, Baiq Nelly Yuniatri, menjelaskan bahwa maskapai akan mempertahankan rute dengan tingkat keterisian penumpang tinggi, meskipun harga tiket mahal. Sebaliknya, rute dengan permintaan rendah berpotensi ditutup karena dinilai merugi.

“Rute Bali–Lombok misalnya, meskipun tiket mahal tetap habis karena permintaannya tinggi. Tapi ada rute lain yang dipaksakan dibuka, penumpangnya sedikit, akhirnya ditutup,” ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemprov NTB kini mengalihkan perhatian pada penguatan konektivitas laut sebagai alternatif transportasi. NTB memiliki 25 pelabuhan, 25 terminal, dan tiga bandara yang akan diintegrasikan melalui pengembangan kapal cepat, marina, hingga seaplane.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga konektivitas antardaerah sekaligus mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal.