Pojok NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi memperkuat kerja sama pariwisata melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kolaborasi tiga provinsi ini akan dilaksanakan selama lima tahun ke depan dengan fokus pada penguatan destinasi unggulan dan pengembangan pariwisata berbasis kawasan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan kerja sama ini dilandasi kesamaan karakter Bali, NTB, dan NTT sebagai daerah dengan destinasi wisata unggulan yang saling melengkapi.
“Tentunya sudah ditandatangani PKS antara Bali, NTB, dan NTT. Kita sama-sama memiliki destinasi unggulan, sehingga dengan kerja sama tiga provinsi ini diharapkan pariwisata kita semakin kuat ke depannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama kerja sama ini adalah memastikan standar destinasi pariwisata di ketiga provinsi memiliki kualitas berkelas, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata.
Selain itu, penguatan konektivitas antarwilayah menjadi peluang besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis kawasan. Dengan konektivitas yang semakin baik, wisatawan diharapkan dapat menikmati perjalanan lintas provinsi melalui paket wisata yang terintegrasi.
“Dengan hadirnya konektivitas ini, pendekatan pengembangan pariwisata bisa berbasis kawasan. Promosi dan pemasaran dilakukan bersama, tidak hanya memasarkan daerah masing-masing, tetapi terintegrasi antara Bali, NTB, dan NTT,” jelasnya.
Ahmad Nur Aulia menambahkan, promosi bersama akan melahirkan berbagai paket wisata terpadu yang menghubungkan destinasi di ketiga provinsi. Bahkan, pihaknya juga akan menyuarakan kepada pemerintah pusat agar harga tiket menuju Bali, NTB, dan NTT bisa lebih terjangkau.
Tak hanya soal promosi, kerja sama ini juga menyentuh aspek tata kelola destinasi, khususnya pengelolaan lingkungan dan sampah. Ketiga provinsi sepakat untuk saling menguatkan dalam mewujudkan destinasi pariwisata yang ramah lingkungan.
“Berkaitan dengan tata kelola destinasi, khususnya sampah, kita membahas bagaimana menghadirkan destinasi yang pro lingkungan. Ini upaya saling menguatkan untuk kepentingan bersama,” pungkasnya.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan pariwisata Bali, NTB, dan NTT semakin kompetitif, berkelanjutan, serta mampu menarik wisatawan dalam dan luar negeri secara lebih luas.












