Pojok NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat sinergi lintas daerah guna meningkatkan konektivitas transportasi udara dan mendukung pariwisata berkualitas di kawasan timur Indonesia. Upaya tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Wilayah Kerja Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Tahun 2026 yang digelar di Hotel Crowne Plaza Labuan Bajo, Selasa (27/1/2026).
Mewakili Gubernur NTB, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., hadir bersama Sekretaris Bappeda, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, serta JF Perencana Bappeda NTB. Rakor ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha penerbangan untuk menyinergikan kebijakan peningkatan keselamatan, keamanan, dan kualitas layanan transportasi udara di wilayah Bali, NTB, dan NTT.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya penguatan konektivitas antardaerah. Menurutnya, pengembangan transportasi darat massal di Bali perlu dipercepat untuk mengurai kepadatan, sekaligus memperkuat jembatan udara ke NTB dan NTT guna mendukung penyelenggaraan event internasional serta pengembangan wisata premium.
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menyoroti pentingnya integrasi pariwisata dengan konektivitas wilayah. Ia menyampaikan bahwa NTB mendorong pariwisata berkualitas melalui kebijakan PU 5 dan PU 10 NTB Connected, dengan fokus pada integrasi infrastruktur udara dan laut.
“NTB mendorong pariwisata berkualitas melalui integrasi konektivitas udara dan laut, termasuk peluang pengembangan sea plane rute Bali–Lombok, serta optimalisasi penerbangan agar lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dukungan kebijakan dari pemerintah pusat juga menjadi perhatian dalam rakor tersebut. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT berharap Kementerian Perhubungan dapat membuka rute internasional baru serta memperkuat konektivitas Bali–NTB–NTT, terutama untuk mendukung Kawasan Pariwisata Super Prioritas.
Sinergi lintas daerah ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas kawasan, mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan, serta meningkatkan daya saing wilayah timur Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.












