Pojok NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau masyarakat untuk mencatat dan menyimpan nomor layanan darurat BPBD di wilayah masing-masing sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir dan longsor.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan ketersediaan dan kemudahan akses terhadap nomor darurat menjadi hal krusial saat terjadi kondisi darurat di lapangan.
“Dalam situasi darurat, kecepatan informasi sangat menentukan. Karena itu, masyarakat kami minta untuk mengetahui dan menyimpan nomor BPBD atau SAR terdekat agar bantuan bisa segera diberikan,” ujarnya.
Pemprov NTB telah merilis daftar nomor darurat BPBD dan SAR yang dapat dihubungi masyarakat di seluruh kabupaten/kota, di antaranya:
• BPBD Kota Mataram: 0896 2045 5712
• BPBD Lombok Barat: 0819 0732 5300
• BPBD Lombok Tengah: 0877 5000 1941
• BPBD Lombok Timur: 0877 7876 0555
• Kantor SAR Mataram: 0370 633 253
• BPBD Provinsi NTB: 0370 646 972
• BPBD Sumbawa Barat: 0812 3728 113
• BPBD Sumbawa: 0823 4014 5845
• BPBD Dompu: 0853 3828 2230
• BPBD Kabupaten Bima: 0821 4751 4934
• BPBD Kota Bima: 0812 3747 016
Ahsanul Khalik menegaskan, masyarakat diminta tidak ragu menghubungi layanan darurat apabila terjadi kondisi membahayakan, seperti genangan air, banjir bandang, tanah longsor, atau kejadian lain yang mengancam keselamatan jiwa.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menghindari aktivitas di sekitar sungai, daerah aliran sungai, dan lereng bukit saat hujan deras. Pemerintah daerah, lanjutnya, terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kesiapsiagaan penanganan bencana.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Dengan mengetahui nomor darurat, diharapkan respons terhadap kejadian bencana dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” pungkasnya.












