Pojok NTB — Permasalahan sampah di kawasan wisata unggulan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air kembali menjadi sorotan. Kali ini, DPR RI menyindir serius persoalan pengelolaan sampah di tiga gili yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan wisatawan dan citra pariwisata nasional.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ahmad Nur Aulia, menegaskan bahwa upaya penanganan sampah di kawasan tersebut saat ini tengah berlangsung dan mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.
“Berkaitan dengan penyelesaian masalah di sana, saat ini sedang dalam proses. Pemerintah pusat juga memberikan atensi serius terhadap penanganan sampah,” ujar Ahmad Nur Aulia.
Ia menjelaskan, sebagai bentuk komitmen nyata, pada tahun lalu hingga tahun ini telah dilakukan penempatan incinerator sampah di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah di kawasan wisata.
Ahmad Nur Aulia tidak menampik bahwa persoalan sampah memang berdampak langsung pada kenyamanan wisatawan. Karena itu, Pemprov NTB terus mendorong penerapan konsep pariwisata yang ramah lingkungan.
“Betul, sampah ini membuat wisatawan tidak nyaman. Ini menjadi atensi bersama bagaimana kita menghadirkan wisata yang pro lingkungan, dan hal ini harus diterapkan di semua destinasi wisata,” tegasnya.
Pemprov NTB berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, serta pelaku wisata dan masyarakat setempat agar pengelolaan sampah di kawasan wisata dapat dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga daya tarik pariwisata NTB.













