Berawal dari Masker Pandemi, Baiq Local Corner Kini Raup Omzet Belasan Juta per Bulan

Pojok NTB — Pandemi Covid-19 yang melumpuhkan banyak sektor justru menjadi titik balik bagi Baiq Andrea, owner Baiq Local Corner, dalam membangun usaha kreatif berbasis produk lokal. Berawal dari keterbatasan masker medis di awal pandemi 2020, Baiq Andrea kini sukses mengembangkan bisnis aksesoris dan produk kerajinan dengan omzet mencapai Rp15–20 juta per bulan untuk produk besar, serta Rp2–3 juta per bulan dari aksesoris, dengan omzet kotor bisa menembus Rp5 juta.

Baiq Andrea mengisahkan, sebelum terjun ke dunia usaha, dirinya bekerja sebagai kru kapal pesiar Royal Caribbean selama empat kontrak. Namun, pada awal 2020 ia harus pulang lebih cepat akibat pengurangan kru imbas pandemi global. Situasi tersebut membawanya kembali ke rumah saat hampir seluruh aktivitas masyarakat dibatasi.

“Waktu itu semua orang harus di rumah, banyak yang di-PHK, termasuk saya. Kebetulan ibu saya seorang penjahit, tapi order juga sepi karena sekolah dan acara-acara ditiadakan,” ujarnya.

Melihat masker medis mulai langka di pasaran, Baiq Andrea mencoba memanfaatkan kain perca sisa jahitan sang ibu untuk membuat masker kain batik. Tanpa rencana bisnis besar, ia hanya mengunggah foto masker hasil jahitannya ke Facebook. Tak disangka, unggahan tersebut langsung dibanjiri permintaan dari warganet.

“Awalnya cuma bikin 5–10 masker dan dijual Rp5.000 per piece. Tapi orang-orang langsung datang ke rumah,” kenangnya.

Permintaan yang terus meningkat membuatnya mulai merekrut tenaga jahit tambahan. Dalam waktu singkat, masker kain produksinya tak hanya diminati di Labuan Bajo, tempat ia tinggal saat itu, tetapi juga dikirim ke berbagai daerah seperti Kupang, Lombok, hingga Surabaya.

Seiring kembalinya masker medis ke pasaran, Baiq Andrea tak berhenti berinovasi. Ia melihat peluang masker sebagai bagian dari fashion. Masker kemudian dikembangkan menggunakan kain tenun NTT, dilengkapi strap dan aksesoris, sehingga cocok digunakan untuk acara formal seperti kondangan.

Langkah besar berikutnya adalah memanfaatkan platform e-commerce Shopee pada pertengahan 2020. Produk pertama yang dijual secara online adalah masker tenun, dan pembeli pertamanya datang dari Jakarta dengan pembelian hingga 10 item sekaligus.

Pada 2021, Baiq Andrea memutuskan pindah ke Lombok karena pertimbangan ongkos kirim yang lebih murah. Keputusan ini terbukti tepat. Penjualan meningkat signifikan dan produk berkembang dari masker ke berbagai aksesoris seperti anting, kalung, gelang, jepit rambut, hingga tas.

“Saat ini orderan per hari minimal dua sampai tiga pembeli. Kalau ramai, saya bisa libatkan hingga 10 orang, kebanyakan anak sekolah dan mahasiswa,” jelasnya.

Harga produk aksesoris Baiq Local Corner pun tergolong terjangkau, berkisar Rp8.000 hingga Rp25.000. Untuk anting, pesanan terbanyak pernah mencapai 1.000 pasang dalam satu kali order. Bahkan produknya kini telah menembus pasar Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Meski telah lima tahun berjualan di Shopee, Baiq Andrea mengaku jarang mengalami kendala berarti. Menurutnya, kunci kelancaran usaha adalah pengaturan stok yang disesuaikan dengan kapasitas produksi.

Menutup ceritanya, Baiq Andrea memberikan pesan bagi anak muda yang ingin memulai usaha. “Kesempatan itu selalu ada. Kita nggak harus jauh-jauh cari ide. Lihat saja potensi di sekitar kita, mau belajar, mau coba, pasti ada jalan,” pungkasnya.