Pojok NTB — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, memimpin rapat bersama Tim Percepatan, staf ahli, dan para asisten guna menyelaraskan langkah awal pelaksanaan program prioritas pemerintah daerah.
Dalam rapat tersebut, Indah Dhamayanti Putri menyampaikan bahwa pembahasan difokuskan pada sejumlah isu strategis, di antaranya penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, dan sektor pariwisata.
“Kita rapat dengan tim percepatan, staf ahli, dan asisten. Ada beberapa hal yang dibahas, terutama terkait kemiskinan, ketahanan pangan, dan wisata,” ujar Wagub.
Ia menjelaskan, rapat tersebut masih bersifat awal dan akan dilanjutkan dengan pertemuan lanjutan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Tujuannya untuk memastikan pemerataan pemahaman dan kesiapan kerja antara Tim Percepatan dan OPD.
“Rapat ini belum terlalu jauh, lebih kepada pemerataan dulu. Selanjutnya akan ada rapat lanjutan dengan OPD-OPD,” jelasnya.
Selain membahas program prioritas, Wagub juga menekankan pentingnya percepatan pengisian jabatan eselon III dan jabatan fungsional agar OPD dapat segera bekerja secara optimal.
“Pengisian jabatan eselon III dan jabatan fungsional harus segera dilaksanakan supaya teman-teman di OPD siap bekerja,” tegasnya.
Menurut Indah, hasil rapat tersebut akan menjadi catatan penting untuk dilaporkan kepada Gubernur NTB, sekaligus sebagai bagian dari persiapan menuju pelantikan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) yang baru.
“Ini akan kita tajamkan lagi setelah seluruh proses pelantikan SOTK baru selesai, agar semuanya benar-benar siap,” katanya.
Terkait penanganan kemiskinan, Indah menegaskan hal tersebut menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Seluruh program yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 telah tertuang dalam APBD, tinggal memastikan kesiapan pelaksana di lapangan.
“Fokus kemiskinan pasti ada. Programnya sudah ada di APBD 2026. Sekarang kita memastikan siapa yang bekerja dan mereka memahami tugas pokok dan fungsinya,” jelasnya.
Ia menambahkan, ke depan kerja OPD akan diselaraskan dengan Tim Percepatan agar pelaksanaan program berjalan efektif sejak awal.
“Untuk starting-nya sama, kita pastikan semuanya sejalan,” pungkasnya.













