Pojok NTB – Dugaan kekerasan di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah kian mengerikan. Rekaman audio pengakuan seorang ustazah beredar, yang menyebut dirinya diduga disetubuhi pimpinan pondok pesantren sejak masih menjadi santriwati.
Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi, membenarkan keberadaan rekaman tersebut. Dalam pengakuannya, korban menyebut perbuatan itu terjadi berulang sejak ia masih duduk di bangku madrasah. Kini, korban diketahui masih berada di pondok yang sama dan berstatus sebagai ustazah.
“Pengakuan dalam rekaman itu jelas. Dia mengatakan perbuatan itu dilakukan sejak masih santri dan berlanjut hingga sekarang,” kata Joko.
Tak hanya satu korban. Informasi yang diterima LPA menyebutkan adanya alumni lain yang mengaku pernah mengalami pelecehan serupa, namun selama ini memilih diam.
“Ini baru yang berani bicara. Kami menduga korbannya lebih dari satu,” ujarnya.
Meski laporan awal ke polisi masih terkait kekerasan psikis terhadap anak akibat sumpah pocong, Joko menegaskan bahwa indikasi kejahatan seksual sangat kuat dan harus diusut tanpa kompromi.
“Ini soal keselamatan anak dan marwah lembaga pendidikan. Negara tidak boleh kalah,” tegasnya.













