Penggabungan DP3AP ke Dinsos NTB Tuai Pro dan Kontra

Pojok NTB – Penggabungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP) ke dalam Dinas Sosial Provinsi NTB sesuai Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru menuai berbagai tanggapan, termasuk dari kalangan LSM dan pegiat isu perempuan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial NTB, Mashuri, menilai penggabungan ini justru akan memperkuat penanganan kasus perempuan dan anak secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.

“Ketika penanganan perempuan dan anak berdiri sendiri, intervensinya sering terputus. Jika digabung dengan Dinas Sosial, penanganannya bisa sampai tuntas, mulai dari asesmen, rehabilitasi, hingga pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.

Mashuri mencontohkan, korban kekerasan perempuan yang sebelumnya hanya ditangani dalam waktu singkat, kini bisa mendapatkan pendampingan lebih lama, pelatihan keterampilan, akses modal, hingga kolaborasi lintas dinas seperti koperasi dan perbankan.

Ia juga menegaskan bahwa isu anak justru menjadi perhatian utama ke depan. “Anak-anak dari keluarga tidak mampu ini yang paling rawan. Kalau tidak ditangani serius, kita bisa kehilangan satu generasi,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi NTB membuka ruang dialog dengan NGO dan mitra pembangunan untuk memastikan kolaborasi tetap berjalan, sekaligus memastikan bahwa penggabungan ini benar-benar memperkuat layanan sosial, bukan melemahkannya.