Pojok NTB – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat posisinya sebagai daerah strategis untuk kerja sama internasional, khususnya dengan Kanada. Dengan keunggulan komparatif dan kompetitif di berbagai sektor unggulan, NTB dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong kolaborasi pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa NTB memiliki sumber daya alam yang melimpah serta posisi geografis yang menghubungkan kawasan barat dan timur Indonesia. Kondisi ini menjadikan NTB sebagai wilayah yang strategis untuk pengembangan ekonomi hijau, investasi berkelanjutan, dan kemitraan global.
“NTB memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan, energi terbarukan, hingga sumber daya mineral. Semua ini menjadi modal kuat untuk menjalin kolaborasi pembangunan dengan mitra internasional seperti Kanada,” ujar Ahsanul Khalik.
Pariwisata Berkualitas Jadi Andalan
Sektor pariwisata menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi NTB. Saat ini, NTB memiliki 265 destinasi wisata yang terdiri atas wisata alam, budaya, religi, buatan, dan petualangan. Selain itu, terdapat 15 kawasan hutan wisata serta 375 desa wisata, dengan 93 desa telah memenuhi standar nasional.
Pariwisata NTB juga menjadi penyerap tenaga kerja yang signifikan, dengan total 422.498 tenaga kerja, termasuk 4.137 tenaga kerja bersertifikat. Dari sisi industri, terdapat 5.966 pelaku usaha pariwisata, dengan 402 unit usaha telah mengantongi sertifikasi CHSE.
Untuk mendukung pariwisata berkualitas, NTB diperkuat dengan infrastruktur akomodasi berupa 274 hotel berbintang dan 804 hotel nonbintang. Pengembangan konektivitas udara juga terus dilakukan melalui pembukaan rute domestik dan internasional, termasuk rencana pemanfaatan pesawat amfibi (seaplane) untuk konektivitas antarpulau.
Di sektor transportasi laut, Pemerintah Provinsi NTB merencanakan pembukaan jalur Sanur–Mandalika, Sanur–Senggigi, dan Senggigi–Teluk Saleh (Sumbawa). Selain itu, NTB menargetkan kunjungan 25 kapal pesiar pada 2026, pembangunan 100 hotel butik hingga 2029, serta pengembangan marina di Senggigi dan Mandalika.
Ketahanan Pangan dan Pertanian Unggulan
NTB juga dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Produksi padi mencapai lebih dari 1,45 juta ton gabah kering giling, sementara jagung diproduksi lebih dari 2,46 juta ton per tahun. Sektor perkebunan turut menopang perekonomian daerah dengan komoditas unggulan seperti kelapa, kakao, vanili, dan kopi.
Sektor hortikultura juga menunjukkan performa positif, dengan produksi bawang merah, cabai, dan tembakau yang cukup besar. Kondisi ini membuka peluang kerja sama dalam pengembangan teknologi pertanian, hilirisasi produk, serta peningkatan nilai tambah.
Peternakan dan Peluang Investasi
Di sektor peternakan, NTB memiliki kawasan pengembangan sapi potong yang luas di Pulau Sumbawa. Produksi daging sapi pada 2025 mencapai 14.120 ton. Namun, dengan adanya kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), NTB masih menghadapi tantangan keseimbangan produksi dan konsumsi.
“Kondisi ini membuka peluang investasi di sektor peternakan terintegrasi, mulai dari pembibitan, penggemukan, hingga pengolahan hasil ternak,” jelas Ahsanul Khalik.
Perikanan dan Ekonomi Biru
Sektor perikanan menjadi pilar penting ekonomi biru NTB. Produksi perikanan meliputi udang vaname, rumput laut, tuna, cakalang, dan tongkol dengan volume yang besar. Keberadaan pelabuhan perikanan strategis membuka peluang investasi pada fasilitas pendukung seperti cold storage, pabrik es, dan industri pengolahan hasil laut.
Energi Terbarukan dan Mineral Strategis
NTB juga memiliki potensi besar di sektor energi terbarukan, khususnya panas bumi dan tenaga angin, dengan kapasitas potensial 20–30 megawatt per lokasi. Selain itu, NTB memiliki cadangan mineral strategis seperti tembaga, emas, perak, mangan, dan pasir besi.
Produk turunan dari proses peleburan tembaga, seperti emas, perak, selenium, dan asam sulfat, berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku industri bernilai tinggi, termasuk industri pupuk.
Komitmen Pembangunan Berkelanjutan
Dengan kekayaan sumber daya alam, ketersediaan tenaga kerja, serta komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan, NTB menawarkan peluang kolaborasi strategis bagi mitra internasional, termasuk Kanada.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memperkuat ketahanan pangan dan energi, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ekonominya maju, manusianya kuat, lingkungannya aman, dan masyarakatnya sejahtera. Inilah semangat Gerak Cepat NTB Hebat,” pungkas Ahsanul Khalik.













