RS Mandalika Targetkan Pendapatan Rp31 Miliar di 2026

Pojok NTB – Rumah Sakit Mandalika terus berbenah untuk memperkuat perannya sebagai rumah sakit umum daerah yang melayani masyarakat luas. Direktur RS Mandalika, dr. Oxy Tjahjo Wahjuni, Sp.EM, FISQua, mengatakan pada tahun 2026 pihaknya masih menyesuaikan sistem kerja dengan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru.

“Saat ini kami masih pada tahap konsultasi awal. Penyesuaian dilakukan sesuai SOTK baru, termasuk pembentukan tim kerja. Nantinya, seluruh bahan akan kami susun dan konsultasikan sebelum ditetapkan secara resmi,” ujarnya.

dr. Oxy menegaskan bahwa RS Mandalika bukanlah rumah sakit khusus untuk mendukung kegiatan di sirkuit MotoGP, seperti anggapan sebagian masyarakat selama ini. Menurutnya, perubahan pola pikir menjadi hal penting agar masyarakat memahami fungsi sebenarnya RS Mandalika.

“RS Mandalika adalah rumah sakit umum daerah sesuai dengan undang-undang rumah sakit. Tugas kami melayani masyarakat, mulai dari promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif,” jelasnya.

Saat ini, RS Mandalika telah diperkuat dengan sumber daya manusia yang memadai, termasuk 14 dokter spesialis. Layanan kesehatan juga terus dilengkapi, seiring dengan tersedianya sarana dan prasarana, salah satunya gedung KRIS yang mendukung kapasitas tempat tidur.

“Kami sudah memiliki lebih dari 100 tempat tidur, meskipun target ideal kami ke depan bisa mencapai 200 tempat tidur,” kata dr. Oxy.

Dari sisi kinerja keuangan, RS Mandalika mencatat peningkatan signifikan. Pada tahun 2025, pendapatan rumah sakit mencapai sekitar Rp22 miliar, jauh melampaui target awal sebesar Rp12 miliar. Peningkatan kualitas dan volume pelayanan bahkan mencapai hingga 400 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk tahun 2026, RS Mandalika menargetkan pendapatan sebesar Rp31 miliar. “Dengan peningkatan layanan dan kepercayaan masyarakat, kami optimistis target tersebut bisa tercapai,” pungkasnya.