BPSDMD NTB Perkuat Kompetensi ASN Lewat Pelatihan Antikorupsi hingga Pariwisata

Pojok NTB – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperkuat kualitas aparatur sipil negara (ASN) melalui berbagai program pengembangan kompetensi, mulai dari pelatihan antikorupsi, ideologi Pancasila, hingga penguatan kapasitas sektor pariwisata.

Kepala BPSDMD NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menyampaikan bahwa sepanjang tahun ini pihaknya telah melaksanakan beragam pelatihan teknis umum, termasuk workshop antikorupsi, teknologi antikorupsi, serta pelatihan ideologi Pancasila dan penyelidikan investigasi.

“Total pelatihan teknis umum yang sudah kita laksanakan sebanyak 572 ASN. Sementara untuk pengembangan kompetensi pimpinan, kita telah melatih 4.170 ASN, CPNS, dan PPPK,” ujar Baiq Nelly.

Ia menegaskan, pengembangan kompetensi menjadi fondasi utama dalam penerapan sistem meritokrasi di lingkungan Pemprov NTB. Menurutnya, meritokrasi tidak bisa berjalan tanpa peningkatan kualitas dan kapasitas ASN secara menyeluruh.

“Kita sering sampaikan bahwa meritokrasi harus dimulai dari pengembangan kompetensi. Karena itu pelatihan kita perbanyak, baik untuk ASN, CPNS, maupun PPPK, agar saat mereka mengemban jabatan, benar-benar memahami tugas dan fungsinya,” jelasnya.

Selain pelatihan internal, BPSDMD NTB juga menjalin kerja sama melalui perjanjian kerja sama (PKS) dengan 10 kabupaten/kota dalam pengembangan kompetensi ASN. Kerja sama juga dilakukan dengan Politeknik STAN untuk pelatihan penilaian jabatan, serta dengan Politeknik Pariwisata untuk pelatihan pariwisata dasar bagi seluruh ASN.

“Pariwisata bukan hanya urusan dinas pariwisata. Mindset seluruh ASN harus pariwisata. ASN di sektor perikanan, pertanian, hingga kehutanan harus mampu membaca potensi daerah sebagai kekuatan pariwisata,” katanya.

Menurut Baiq Nelly, pariwisata memiliki efek ganda (multiplier effect) yang melibatkan banyak sektor, sehingga menjadi salah satu program strategis daerah. Oleh karena itu, pelatihan pariwisata dasar akan terus diperluas agar lebih banyak ASN memahami potensi tersebut.

Dalam pengelolaan kelembagaan, BPSDMD NTB juga mencatat capaian penting dengan diraihnya berbagai akreditasi pada tahun 2025, di antaranya akreditasi untuk Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP), serta pelatihan bagi CPNS dan PPPK.

BPSDMD NTB juga mengembangkan sistem pembelajaran Korporasi Pembelajaran (Korpel) berbasis Learning Management System (LMS) yang telah diluncurkan tahun ini dan akan disempurnakan pada tahun depan.

Selain itu, fasilitas pendukung pembelajaran turut ditingkatkan, seperti ruang kelas, lounge belajar, studio video dan audio, hingga perangkat teknologi penunjang lainnya.

“Tahun depan, semakin banyak instansi vertikal yang akan melaksanakan pelatihan di BPSDMD NTB. Bahkan, pada Juli mendatang kita akan mulai melaksanakan Pelatihan PIM II dengan peserta dari seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Capaian tersebut diharapkan dapat memotivasi ASN di NTB untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam mendukung pelayanan publik yang berkualitas.