Profil Ahsanul Khalik, Calon Sekda NTB Berpengalaman di Birokrasi dan Sosial

Pojok NTB – Ahsanul Khalik menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam bursa calon Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pejabat kelahiran Masbagik, Lombok Timur, 31 Desember 1970 ini dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia birokrasi, khususnya di bidang pemerintahan dan sosial kemasyarakatan.

Karier Ahsanul Khalik dimulai pada tahun 2002 sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial di Kantor Camat Cakranegara. Ia kemudian dipercaya sebagai Kepala Subbagian Otonomi Daerah Pemerintah Kota Mataram. Pada tahun 2008, Khalik menjabat Camat Cakranegara sebelum akhirnya dipercaya menjadi Staf Ahli Wali Kota Mataram.

Pengalaman birokrasi Khalik semakin matang saat ia menjabat Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Mataram. Pada tahun 2016, ia hijrah ke Pemerintah Provinsi NTB dengan mengemban amanat sebagai Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, dan Catatan Sipil.

Selain itu, Ahsanul Khalik juga pernah dipercaya sebagai Penjabat Sementara Bupati Lombok Timur. Ia kemudian menjabat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, sebelum kembali mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB. Pada pertengahan tahun 2025, ia kembali mendapat kepercayaan sebagai Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Sosial Kemasyarakatan.

Dari sisi akademik, Ahsanul Khalik menamatkan pendidikan Sarjana Ilmu Administrasi Pemerintahan di Universitas Muhammadiyah Mataram pada 1996. Ia melanjutkan studi Magister Hukum Keluarga Islam di kampus yang sama pada 2017. Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam diraihnya dari Universitas Islam Negeri Mataram pada 2022.

Tak hanya itu, Khalik juga mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, mulai dari kursus pimpinan Resimen Mahasiswa (Menwa) hingga Diklat PIM Tingkat II. Semasa mahasiswa, ia aktif berorganisasi dan pernah menjabat Komandan Batalyon 902 Waspada Purba Wisesa serta aktif di Senat Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram.

Dalam catatan prestasi, Ahsanul Khalik telah meraih berbagai penghargaan, di antaranya Camat Terbaik se-NTB dan penghargaan Pelayanan Publik Ramah Kelompok Rentan. Ia juga dikenal produktif menulis dengan menghasilkan tujuh karya tulis, di antaranya Nak Jangan Nikah Muda dan Desain Pembelajaran Masa Bencana: Belajar dari Pandemi Covid-19.

Di luar tugas pemerintahan, Ahsanul Khalik aktif dalam organisasi kemasyarakatan. Ia pernah menjabat Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram pada 1991–1995, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah NTB selama dua periode pada 1995–2005, serta Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB periode 2012–2022.

Sementara iru, semasa menjadi Camat Cakranegara, Ahsanul Khalik dikenal sebagai Camat Bentangan Dingin dalam mengelola keberagaman masyarakat, bahkan ketika Pawai ogoh-ogoh dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun 2011, karena ada permasalahan kepanitiaan dan untuk meredam adanya gejolak Ahsanul Khalik tampil jadi penengah di depan walikota dan Kapolres Mataram pada masa itu, sebagai Camat dia mengambil sikap menjadi Ketua Panitia Pawai ogoh-ogoh dan akhirnya berjalan damai dengan sakralitas dalam persatuan.

Selama mengemban amanah di provinsi Ahsanul Khalik dikenal luas dalam membangun semangat kolaboratif pada penanganan Banjir Bima tahun 2016, penanganan Gempa Lombok 2018 terutama saat percepatan Pembangunan Rumah Tahan Gempa tahun 2019 sebagai Kepala BPBD, begitu juga pada saat Covied-19 dipercaya mengharmonikan pelaksanaan JPS Gemilang supaya tepat sasaran dan tepat jumlah melalui perbaikan data penerima dan pendistribusian yang terpadu, bahkan untuk tugas ini Ahsanul Halik ditarik dari BPBD untuk kembali ke dinas Sosial

Dengan pengalaman birokrasi yang panjang, latar belakang akademik yang kuat, serta kiprah sosial yang luas, Ahsanul Khalik dinilai memiliki kapasitas dan kompetensi sebagai calon Sekretaris Daerah Provinsi NTB.