Kasus HIV di Mataram Masih Tinggi, LPA Soroti Pergaulan Remaja

Pojok NTB – Kasus HIV/AIDS di Kota Mataram masih tergolong tinggi dengan jumlah temuan mencapai lebih dari 100 orang setiap tahun. Kondisi ini disampaikan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, yang menilai tingginya angka tersebut tidak terlepas dari banyaknya fasilitas pemeriksaan HIV yang terpusat di ibu kota provinsi.

“Angka HIV terlihat tinggi karena tempat pemeriksaannya banyak di Mataram, sehingga kasusnya terdata di sini,” ujar Joko Jumadi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tingginya angka HIV/AIDS juga dipengaruhi oleh faktor perilaku. Secara umum, penyebab utama penularan HIV masih didominasi oleh pergaulan bebas. Sementara di kalangan pelajar dan remaja, kasus HIV/AIDS menurutnya banyak berkaitan dengan perilaku seksual berisiko.

“Di kalangan pelajar, sebagian kasus disebabkan oleh hubungan sesama jenis. Karena itu, angka HIV/AIDS di Mataram menjadi cukup tinggi,” jelasnya.

Joko Jumadi menambahkan, pihaknya saat ini tengah mendalami fenomena meningkatnya kasus HIV/AIDS yang dikaitkan dengan perilaku seksual berisiko di kalangan remaja. Isu ini, menurutnya, perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak karena berpotensi menimbulkan dampak sosial dan kesehatan jangka panjang.

“Kami sedang memperdalam fenomena ini, termasuk kaitannya dengan penyebaran HIV/AIDS di kalangan remaja. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Ia mendorong adanya penguatan edukasi kesehatan reproduksi, pendampingan remaja, serta peran aktif keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam upaya pencegahan. Menurutnya, langkah preventif yang komprehensif sangat penting untuk menekan laju penyebaran HIV/AIDS, khususnya di Kota Mataram.