Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan kepedulian dan solidaritas kemanusiaan dengan mengirimkan bantuan serta tim penanganan bencana kepada para korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera. Bantuan tahap awal difokuskan ke Provinsi Aceh, khususnya Aceh Utara, yang saat ini dinilai paling membutuhkan dukungan cepat, terutama di bidang kesehatan.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan bahwa kehadiran NTB di tengah duka yang dialami saudara-saudara di Sumatera merupakan wujud persahabatan dan rasa kemanusiaan yang tulus. Menurutnya, membantu di saat-saat sulit justru menjadi makna sejati dari persaudaraan antardaerah.
“Di tengah duka ini, kesiapan kita untuk berangkat memberikan bantuan adalah sesuatu yang membahagiakan. Seorang teman adalah mereka yang hadir di saat-saat paling berat,” ujar Gubernur Iqbal.
Ia mengingatkan bahwa Aceh dan beberapa daerah di Sumatera sebelumnya juga hadir membantu NTB ketika menghadapi bencana. Karena itu, menurutnya, sudah sepantasnya NTB membalas kebaikan tersebut dengan tindakan nyata.
“Persahabatan kita dengan Aceh, khususnya ketika kita menghadapi bencana, mereka datang memberi dukungan dan bantuan. Inilah saatnya kita membalas kebaikan itu dan menyambung kembali persaudaraan kita,” katanya.
Gubernur menjelaskan, Pemprov NTB sebenarnya berencana mengirim bantuan sekaligus ke tiga provinsi di Sumatera. Namun, karena berbagai pertimbangan teknis dan kebutuhan yang paling mendesak, bantuan tahap awal diprioritaskan ke Aceh. Hasil koordinasi dengan Pemerintah Aceh menunjukkan bahwa Aceh Utara sangat membutuhkan dukungan tim medis, mengingat sejumlah fasilitas layanan kesehatan belum berfungsi optimal.
“Tim medis dari NTB bagi mereka adalah saudara dekat. Ini adalah bantuan tanda kasih dan tanda sayang dari Provinsi Seribu Masjid kepada Provinsi Serambi Mekah,” ungkapnya.
Dalam misi kemanusiaan ini, Pemprov NTB mengirimkan sekitar 30 personel, yang terdiri dari 22 tenaga kesehatan, dua orang dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta sisanya dari BPBD. Tim akan diberangkatkan secara bertahap, dengan prioritas awal pada tenaga kesehatan, kemudian disusul personel dari Dinas Sosial, Baznas, BPBD, dan Tagana untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Selain mengirimkan personel, Pemprov NTB juga menyiapkan bantuan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk masing-masing provinsi yang terdampak, dengan total Rp3 miliar dari dana tidak terduga (DTT). Gubernur menegaskan bahwa meskipun nilai bantuan tersebut tidak besar, namun memiliki makna simbolik sebagai wujud kepedulian seluruh masyarakat NTB.
“Ini adalah simbol bahwa kita ingin berbagi. Bantuan ini mewakili seluruh warga NTB,” tegasnya.
Ia juga berpesan agar seluruh tim yang berangkat selalu menjaga kesehatan dan stamina selama bertugas. Menurutnya, tim yang dikirim harus benar-benar tangguh dan siap, agar kehadirannya meringankan beban korban, bukan justru menjadi beban baru.
“Kita tidak bisa membantu orang lain kalau kita sendiri tidak dalam kondisi sehat. Pastikan tim menjaga kondisi agar bisa membantu lebih banyak warga,” pesannya.
Selama sekitar delapan hari ke depan, Pemprov NTB akan menerima laporan harian dari tim di lapangan untuk mengevaluasi kondisi dan menentukan apakah masa tugas perlu diperpanjang. Jika kondisi memungkinkan, Pemprov NTB juga berencana segera mengirimkan bantuan serupa ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Gubernur Iqbal berharap, kehadiran NTB di tengah situasi sulit ini dapat menjadi penguat semangat bagi para korban dan bernilai ibadah bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Niatkan ini sebagai ibadah. Insyaallah akan menjadi amal jariah kita semua. Kehadiran kita di saat-saat sulit ini tidak akan dilupakan oleh saudara-saudara kita di Aceh,” pungkasnya.













