Dari Kemiskinan hingga Pariwisata, Gubernur Iqbal Paparkan Kemajuan NTB di HUT ke-67 Tahun

Pojok NTB – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ke-67 menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan arah pembangunan daerah. Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk terus bergerak cepat, tepat, dan berdampak nyata bagi masyarakat melalui tema peringatan tahun ini, “Gerak Cepat NTB Hebat.”

Hal tersebut disampaikan Gubernur Iqbal saat menghadiri perayaan HUT NTB ke-67 di IPDN Kampus NTB, Lombok Tengah, Rabu. Menurutnya, tema tersebut mencerminkan semangat kebangkitan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun NTB yang lebih maju dan sejahtera.

“Gerak cepat artinya setiap kebijakan harus dieksekusi dengan segera, tepat sasaran, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Sementara NTB Hebat adalah hasil yang ingin kita capai, yakni pembangunan yang nyata dan dirasakan langsung oleh rakyat,” ujarnya.

Gubernur Iqbal menjelaskan, tema HUT NTB ke-67 sejalan dengan Triple Agenda NTB Makmur Mendunia, yaitu menurunkan angka kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pariwisata NTB agar dikenal di tingkat dunia. Dalam kurun waktu 10 bulan sejak dilantik, meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan termasuk keterbatasan fiskal, Pemerintah Provinsi NTB telah mencatat sejumlah capaian penting.

Di bidang penurunan kemiskinan, angka kemiskinan NTB berhasil ditekan dari 11,91 persen pada tahun 2024 menjadi 11,78 persen pada tahun 2025. Dengan dimulainya Program Desa Berdaya Transformatif, Gubernur optimistis penurunan angka kemiskinan ke depan akan semakin progresif dan merata.

Pada sektor ketahanan pangan, Pemprov NTB fokus meningkatkan produksi tanaman pangan sekaligus menaikkan nilai tukar petani. Program optimalisasi lahan dilakukan di lebih dari 10.700 hektare sawah di seluruh NTB untuk memastikan ketersediaan air. Upaya ini mendorong peningkatan indeks pertanaman, dari semula satu kali tanam menjadi dua kali, dan dari dua kali menjadi tiga kali tanam.

“Alhamdulillah, produksi padi NTB yang pada tahun 2024 berada di angka 1,45 juta ton, diproyeksikan meningkat drastis menjadi lebih dari 2 juta ton pada akhir 2025,” ungkapnya. Kabar baik lainnya, nilai tukar petani NTB juga mengalami kenaikan signifikan, dari angka 123 pada Desember 2024 menjadi 128 pada November 2025. Menurut Gubernur, kondisi ini menandakan petani mulai merasakan dampak positif kebijakan pemerintah.

Sementara itu, di sektor pariwisata, fondasi menuju destinasi pariwisata kelas dunia terus diperkuat melalui peningkatan konektivitas. Frekuensi penerbangan ke Sumbawa meningkat dari satu kali menjadi dua kali, sementara rute ke Bima bertambah dari dua kali menjadi tiga kali. Sepanjang 2025, lima rute penerbangan nasional baru juga dibuka menuju Labuan Bajo, Tambolaka, Waingapu, Malang, dan Banyuwangi.

Tak berhenti di situ, Pemprov NTB juga menyiapkan pembukaan rute penerbangan internasional baru ke Kuala Lumpur, Darwin, dan Bangkok yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2026. Selain jalur udara, jalur laut juga diperkuat dengan rencana pembukaan kapal cepat dari Sanur menuju Senggigi dan Mandalika, serta pengoperasian pesawat amfibi (seaplane) yang akan menghubungkan Bandara Bizam dengan destinasi wisata di pulau-pulau kecil NTB.

Di luar Triple Agenda, Gubernur Iqbal menyampaikan sejumlah langkah fundamental yang telah diselesaikan dalam 10 bulan terakhir. Empat ruas jalan strategis provinsi berhasil diperbaiki secara total karena tingkat kerusakannya yang berdampak besar terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Selain itu, Rumah Sakit Provinsi Sumbawa, RSUD Manambai, berhasil ditingkatkan statusnya dari Tipe C menjadi Tipe B, sehingga layanan kesehatan rujukan kini dapat dinikmati masyarakat Pulau Sumbawa tanpa harus ke Mataram.

Pada bulan ini, studi kelayakan pembangunan jalan bebas hambatan Pot-to-Pot Lembar–Kayangan juga ditargetkan rampung. Jika berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik dapat dimulai pada tahun 2027.

Gubernur Iqbal menegaskan, meski berbagai capaian telah diraih, NTB tidak boleh berpuas diri. Sepanjang 2025, NTB berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya TPAKD Award sebagai provinsi terbaik di wilayah timur, juara pertama SPM Award, penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri dan Majalah Tempo di bidang layanan kesehatan, hingga prestasi di bidang keuangan dan ekonomi syariah.

Menutup sambutannya, Gubernur Iqbal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bangkit bersama, melakukan rekonsiliasi dan rekonsolidasi kekuatan demi tujuan mulia membuat rakyat tersenyum.

“Bangkit bersama adalah kunci. Perbedaan adalah keniscayaan, tetapi tujuan kita satu, yakni menghadirkan kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat NTB,” pungkasnya.

Dengan semangat HUT ke-67, NTB diharapkan terus bergerak cepat, inovatif, dan adaptif, menuju NTB yang makmur dan mendunia.