Pojok NTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal mendorong para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB untuk ikut mendaftar dalam seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) NTB. Hal tersebut disampaikannya di Mataram, Selasa.
Iqbal mengaku belum mengecek secara detail jumlah pendaftar yang telah masuk. Namun, komunikasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) sudah dilakukan untuk mendorong kepala unit dan pejabat yang memenuhi syarat agar ikut dalam seleksi.
“Saya malah belum cek berapa yang daftar, tapi sudah ada komunikasi dengan OPD untuk menilai kepala UPD yang mau mendaftar. Kita dorong,” kata Iqbal.
Ia menegaskan telah membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh pejabat yang memenuhi persyaratan administratif untuk ikut dalam proses seleksi.
“Saya sudah di grup WhatsApp internal dan sudah mendorong siapa saja untuk ikut mendaftar. Saya izinkan siapa pun yang mau mendaftar, selama memenuhi syarat administratif,” ujarnya.
Menurut Iqbal, banyaknya pilihan calon Sekda sangat penting agar pemerintah mendapatkan figur terbaik yang mampu memperkuat tata kelola pemerintahan.
“Karena kita butuh banyak pilihan,” tegasnya.
Terkait kriteria Sekda NTB, Iqbal menekankan pentingnya kemampuan dalam tata kelola pemerintahan. Ia menilai Sekda yang kuat dalam manajemen internal akan sangat membantunya dalam menjalankan visi pembangunan NTB.
“Kriterianya jelas, tata kelola. Itu akan memudahkan saya. Kalau saya punya Sekda yang bisa membantu membenahi tata kelola, saya bisa fokus ke luar,” jelasnya.
Iqbal menambahkan, visi pembangunan NTB tidak hanya berorientasi pada kemakmuran daerah, tetapi juga penguatan posisi NTB di tingkat nasional dan global.
“Kita ini makmur mendunia, bukan makmur saja dan bukan mendunia saja. Harus ada yang memikirkan makmur dan ada yang memikirkan mendunia,” katanya.
Ia menegaskan, peran Sekda sangat strategis sebagai penjaga stabilitas dan pembenahan internal pemerintahan, sementara kepala daerah harus aktif turun ke lapangan dan memperluas jejaring ke luar daerah.
“Harus sering ke lapangan untuk kemakmuran dan juga banyak keluar. Jadi butuh orang yang kuat menjaga di dalam,” ujarnya.
Iqbal juga mengapresiasi peran Penjabat (Pj) Sekda NTB yang selama ini telah menjalankan fungsi tersebut dengan baik. Namun, Pj Sekda tidak dapat mengikuti seleksi karena telah melewati batas usia.
“Pak Pj Sekda selama ini sudah menjalankan peran itu dengan baik. Tapi beliau sudah melewati 57 tahun, jadi tidak bisa ikut seleksi ini,” jelasnya.
Menurut Iqbal, selama ini Pj Sekda berperan sebagai penjaga internal yang memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dan pembenahan tata kelola dapat terlaksana dengan baik.
“Beliau menjaga dari dalam, sambil kita melakukan pembenahan-pembenahan internal,” pungkasnya.













