Gubernur Iqbal Paparkan Capaian 10 Bulan Selama Pemimpin NTB

Pojok NTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada DPRD NTB atas dukungan kuat yang diberikan selama 10 bulan masa pemerintahannya. Hal tersebut disampaikan saat ditemui di Mataram, Selasa.

Gubernur Iqbal menjelaskan, dalam rapat paripurna eksekutif bersama legislatif, dirinya menyoroti poin-poin penting capaian pembangunan yang telah diraih, sekaligus mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan DPRD.

“Besok akan saya sampaikan lebih detail mengenai capaian 10 bulan ini. Tadi saya hanya meng-highlight hal-hal paling penting, terutama ucapan terima kasih kepada DPRD karena dengan segala keterbatasan, kita bisa sampai di titik ini berkat dukungan yang kuat dari DPRD,” ujar Iqbal.

Ia mengungkapkan, berbagai sektor strategis menunjukkan peningkatan yang signifikan, mulai dari infrastruktur, kesehatan, pengentasan kemiskinan, hingga ketahanan pangan.

“Di bidang infrastruktur, kesehatan, pengentasan kemiskinan, serta ketahanan pangan, semuanya mengalami peningkatan yang luar biasa,” katanya.

Menurut Iqbal, produksi pangan di NTB meningkat sangat signifikan. Hal ini juga berdampak pada naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) yang dinilai cukup tinggi dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

“Kita melihat produksi pangan meningkat sangat signifikan, dan nilai tukar petani juga naik luar biasa untuk ukuran satu tahun,” jelasnya.

Di sektor pariwisata, Pemprov NTB tahun ini lebih fokus membangun fondasi, salah satunya melalui pembukaan dan penyiapan rute penerbangan baru. Upaya tersebut ditargetkan mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan pada tahun mendatang.

“Tahun ini kita fokus menciptakan fondasi. Dengan fondasi itu, tahun depan kita benar-benar mulai berusaha mendatangkan wisatawan,” ujarnya.

Meski demikian, Iqbal mengakui masih terdapat sejumlah catatan, terutama terkait kemiskinan perkotaan. Meskipun angka kemiskinan secara umum menurun, terjadi pergeseran ke wilayah perkotaan.

“Kemiskinan memang menurun, tapi sekarang bergeser ke perkotaan. Urban poverty ini harus kita tangani, terutama di Kota Mataram dan Kota Bima,” tegasnya.

Sementara itu, kemiskinan di pedesaan mengalami penurunan drastis berkat penguatan ketahanan pangan. Salah satu program yang berkontribusi besar adalah Optimalisasi Lahan (Oplah), yang meningkatkan intensitas panen petani.

“Lahan yang tadinya hanya panen sekali, sekarang bisa dua kali, bahkan yang dua kali menjadi tiga kali,” ungkap Iqbal.

Selain itu, kebijakan pemerintah dalam menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tertinggi sepanjang sejarah turut mendorong kenaikan nilai tukar petani, yang berdampak langsung pada penurunan kemiskinan di pedesaan.

Ia menegaskan, capaian tersebut akan semakin diperkuat dengan hadirnya program Desa Berdaya Transformatif.

“Sebelum Desa Berdaya Transformatif berjalan pun sudah ada kemajuan. Dengan program ini, upaya pengentasan kemiskinan akan semakin diperkuat,” pungkasnya.